TALISE, MERCUSUAR  – Untuk menghindari perilaku negative pelajar, maka pihak sekolah dan orang tua harus senantiasa bersinergi. Demikian diungkapkan, Ketua Pimpinan Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Sulteng, Rafani Tuahuns, Minggu (28/5/2017).

Menurutnya sinergitas dalam mendidik anak – anak untuk menerapkan nilai positif sering kali diabaikan, jika hal ini terjadi, maka akan berdampak pada perkembangan dan karakter yang kurang baik bagi pelajar.

“Baik pendidikan di sekolah tidak kalah pentingnya dengan pendidikan di rumah. Untuk itu, antara orang tua siswa dan guru yang ada di sekolah tentunya harus bekerja sama untuk bersinergi dalam mendidik dan pendidikan rumah harus menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengontrol perkembangan anak – anaknya,” katanya.

Ia menambahkan, baik sekolah maupun orang tua tentunya dapat bersama – sama mengawasi lingkungan pergaulan anak – anaknya . Ia juga menjelaskan, anak yang masih usia sekolah  sangat mudah terpengeruh terhadap pergaulan lingkungannya.

“Jika berada di lingkungan buruk, maka siswa itu, akan memiliki sifat yang buruk, dalam kondisi inilah sangat dibutuhkan peranan dari orang tua dan pihak sekolah untuk mengontrol pergaulan. Kenakalan remaja tidak pernah terlepas dari lingkungannya,” katanya.

Sebagai organisasi yang fokus pada pendidikan dan kebudayaan, pihaknya mendukung semua program pemerintah. Menurutnya,  sangat penting untuk diperhatikan adalah lingkungan pendidikan sosial. Kalau dirumah aman pendidikannya, di sekolahpun juga sudah aman.

“Tapi itu juga belum tentu menjamin.  Apalagi ruang dan waktu bermain anak di lingkungan sosialnya sangat banyak,” ucapnya. FAN

Harian Mercusuar

View all posts