PALU, MERCUSUAR – Tenun Donggala merupakan salah satu karya terbaik Sulteng. Dengan potensi bisnis dari warisan leluhur ini, para perajin atau pemilik usaha tersebut bisa menghasilkan omset yang cukup besar yaitu hingga Rp5 juta-an per bulan.

“Sekitar Rp5 juta-an per bulan,” kata Pemiliki Jagad Sutra, Widya kepada  Mercusuar, Rabu (9/8/2017).  Jagad Sutra adalah satu dari sekian tempat penjualan Tenun Donggala yang berada di Jalan Mangga, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Menurut Widya, omsetnya bisa naik dua kali lipat jika ada iven atau kegiatan nasional dan internasional yang digelar di Kota Palu. “Kalau ada iven bisa sampai Rp10 juta,” jelasnya.

Lanjutnya, Tenun Donggala kini sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kota Palu. Karena itu,  kebanyakan tamu yang datang ke ibukota Sulteng ini, juga ikut membeli dan menjadikan batik Tenun Donggala sebagai buah tangan dari Kota Palu.

Widya juga menjelaskan, peran pemerintah juga ikut memengaruhi pendapatan dari usaha tersebut, seperti kebijakan Wali Kota Palu baru-baru ini yang mewajibkan siswa memakai siga. Siga merupakan ikat kepala yang terbuat dari kain  berbentuk persegi empat berukuran sekitar  150 cm x 150 cm. Kain tersebut dilipat segitiga dan dililitkan di kepala. Siga sering digunakan pada acara adat dan penyambutan tamu.

“Kita juga menyediakan siga, ini salah satu kebijakan pemerintah yang menguntungkan kita,” jelasnya lagi.  Lanjutnya, apalagi saat ini Bank Indonesia (BI) Sulteng juga membantu pelaku usaha Tenun Donggala agar bisa bersaing dengan produk terkenal lainnya dari berbagai daerah.

“Saat ini, baik pemerintah maupun BI Sulteng cukup membantu kita untuk promosi,” jelasnya lagi. Widya berharap, Tenun Donggala bisa lebih dikenal luas, baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya dengan melibatkan sejumlah pelaku usaha Tenun  Donggala di berbagai iven-iven besar. RES

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan