PALU, MERCUSUAR – Anggota DPRD Sulteng, Suprapto Dg. Situru (SDS) merasa terpanggil untuk melestariakan berbagai budaya warga yang hingga kini masih dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tojo Una – Una (Touna), salah satunya adalah kebudayaan MORAA atau pesta panen.

“Kebudayaan MORAA adalah sebuah acara syukuran atas hasil pertanian ataupun perkebunan baik padi ladang, sawah atau jagung yang kemudian dirangkaikan dengan pelaksanaan budaya tradisional,” tulis SDS dalam akun media sosial miliknya dan selanjutnya dilansir media ini.

Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, beberapa kebudayaan tradisional yang dirangkaikan dengan MORAA yakni, budaya adat tradisional suku Lalaeyo seperti Motela, Mokanta, Motaro, Moganci, Laulita atau Mondagia dan tarian seni Kayori.

“Inilah ke Indonesiaan kita yang kaya akan keanekaragaman budaya,” katanya.

SDS mengaku, akan terus melakukan pembinaan untuk mempertahankan dan melestarikan budaya MORAA yang dilaksanakan di Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una – Una.

“Sebagai pemerhati pendidikan, pemuda dan olah raga dan seni budaya, saya akan terus melakukan pembinaan untuk mempertahankan budaya ini,” tutupnya. FUL

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos