SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara terpaksa menunda ujian akhir semester pasca terjadinya gempa yang mengguncang Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Penundaan itu dilakukan karena dikuatirkan para murid tidak akan konsentrasi mengisi soal-soal ujian. Apalagi, gempa susulan yang hingga kini masih dirasakan di wilayah tersebut.

Salah seorang guru kelas IV SDN Sedoa, Ratulembah mengatakan, dia telah meminta kepada kepala sekolah agar ujian semestera ditunda dengan pertimbangan murid peserta ujian akan sulit berkonsentrasi menghadapi ujian.

“Dengan kondisi seperti ini, saya rasa murid-murid akan sulit konsentrasi mengisi soal ujian,” ujarnya, Kamis (1/6/2017).

Selain itu pertimbangan lain penundaan ujian semester itu, dikarenakan waktu yang semakin mepet, dan sekolah akan menghadapi libur panjang, sehingga Ratulembah meminta kebijaksanaan dari pemerintah, khususnya dinas pendidikan setempat.

Lebih jauh dia katakan, mengenai usulannya itu, kepsek masih akan berkoordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Poso, dan dia masih menunggu keputusan dari dinas tersebut.

“Saya juga usulkan kalau bisa nanti di awal sekolah setelah libur saja dilaksanakan ujian, dan disesuaikan dengan kondisi murid, karena terus terang ada beberapa murid yang saya lihat trauma dengan kejadian itu,” urainya.

Pria yang rumahnya juga roboh akibat gempa itu, menuturkan meskipun para murid melaksanakan ujian di tenda-tenda pengungsian, namun dirinya tidak dapat menjamin para murid akan konsentrasi, jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.

Salah seorang murid kelas IV, Novran mengaku takut dan merasa tidak nyaman jika harus mengikuti ujian dikarenakan masih seringnya terjadi gempa susulan yang dirasakan.
“Kita masih takut sekolah, karena biasanya masih ada gempa keras,” ungkapnya. AMR

Harian Mercusuar

View all posts