POSO, MERCUSUAR – Disangka anggota teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), seorang narapidana kasus pembunuhan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap aparat satuan tugas Tinombala di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah.

Narapidana yang diketahui bernama Rijal Budiman itu ditangkap, saat sedang berjalan kaki di wilayah Poso Pesisir Utara. Rijal Budiman adalah terpidana seumur hidup atas kasus pembunuhan di Jayapura yang menjadi buron selama sepekan oleh pihak kepolisian dan lapas Makassar, Sulawesi Selatan karena kabur melarikan diri.

Sebelumnya Rijal Budiman yang merupakan terpidana seumur hidup atas kasus pembunuhan di kota Jayapura, Provinsi Papua berhasil kabur bersama dua orang rekanya yaitu Igbal alias Bala terpidana pemerkosaan dan telah di vonis hukuman mati, dan Tajrul alias Asrus terpidana kasus pembunuhan seumur hidup yang kabur menuju Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu 7 Mei 2017 lalu.

Rijal kabur dengan cara memotong terali besi penjara dengan menggunakan gergaji besi. Sepekan buron Rijal kabur dengan menumpang truk menuju kota Palopo, setelah sampai dikota Palopo kemudian menginap di hutan kota Palopo selama 5 hari sampai dengan hari Jumat tanggal 12 mei 201,  kemudian pada Sabtu 13 Mei 2017 Rijal berjalan kaki menyusuri jalan Trans Sulawesi selama satu hari sekitar jam 19.00 wita Rijal kemudian mencegat mobil truk dan menumpang di truk tersebut menuju Poso.

Selanjutnya pada Minggu 14 mei 2017 Rijal turun di pertigaan  wilayah Ratulene sekitar jam 07.00 wita dan selanjut berjalan kaki kearah Poso Pesisir Utara dan beberapa kali singgah dipinggir jalan untuk istirahat karena kelelahan, namun Rijal kemudian diamanakan oleh anggota brimob yang tergabung dalam Satagas 2 Operasi Tinombala di pos sekat Gayatri, Poso Pesisir Utara.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, jika terpidana seumur hidup atas nama Rijal Budiman ditangkap karena tampak mencurigakan, dari interogasi petugas ia kemudian diketahui sebagai salah satu dari tiga narapidana yang melarikan dari lapas kelas 1 Makassar pada 7 mei 2017 silam.

“Iya benar napi yang kabur dari Makassar di tangkap satgas Tinombala karena tampak mencurigakan,” ujar Kapolres Poso di Mapolres Poso, Senin 15 Mei 2017 kemarin.

Dihadapan petugas, terpidana seumur hidup kasus pembunuhan itu kabur karena merasa bosan berada di dalam penjara dan memberanikan diri untuk kabur.

“Saya kabur karena bosan pak di rutan,” ucap Rijal saat di wawancarai sejumlah media di Mapolres Poso. PR

 

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan