TANAMODINDI, MERCUSUAR – Menindaklanjuti sejumlah siswa di SDN Tatura yang kedapatan mengisap zat adiktif menggunakan alat rakitan yang terbuat dari fiting balon lampu (vapor rakitan). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Keluarga Sehat Bebas Narkoba (KSBN) untuk menelusuri keluarga dan para siswa tersebut.

“Untuk pembinaan terhadap para siswa, jika terjadi penyalahgunaan zat yang sifatnya memang sudah ke arah hukum itu wewenangnya ke BNN, tetapi kita harus menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut, itulah tugas Dinas Kesehatan bersama dinas-dinas terkait lainnya,” kata Kepala Dinkes Kota Palu dr Royke Abraham, Sabtu (27/1/2018).

Olehnya Royke mengatakan, pihaknya akan mendata para murid sekolah dasar itu, serta akan membantu dalam pembinaan konseling terhadap anak-anak itu maupun orang tuanya. Royke mengatakan, Satgas KSBN itu, dibentuk bekerjasama dengan BNN Kota Palu, dan diharapkan tim ini akan bekerja secara maksimal.

“Satgas ini dilatih bagaimana penanganan zat-zat berbahaya termasuk psikotropik narkotik, serta ciri-ciri anak atau yang sudah dewasa dalam penyalahgunaan zat narkoba, kemudian mereka juga dilatih memberikan penyuluhan yang tidak membuat pasien atau masyarakat menjadi cemas,” katanya.

Dalam memaksimalkan pemantauan terhadap para siswa di sekolah, kedepanya pihaknya juga akan berkerjasama dengan sekolah dan Dinas Pendidikan. “Ini dilakukan agar sebelum anak itu jatuh, kita sudah coba menyampaikan kepada keluarganya bahwa anak seperti itu perlu dibina dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, dunia pendidikan di Kota Palu kembali dikagetkan dengan penemuan alat isap zat adiktif terbuat dari fiting balon lampu, kapas dan cairan vapor, yang digunakan oleh murid di salah satu SD di Kota Palu.

Fiting balon lampu itu dimasukan kapas dan cairan vapor lalu dibakar dan dihirup asapnya, hingga fly atau merasa melayang-layang. Hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan dari segi kesehatan. UTM

 

Harian Mercusuar

View all posts