Lomba Lari Hari Bhakti PU

PALU, MERCUSUAR- Samson Karega Kamau, atlet  asal Kenya menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finish dalam  Lomba Lari  yang bertajuk Sapta Taruna 5K memperingati Hari Bhakti ke- 72 Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng .

Pelari 29 tahun itu terpaut jarak hampir seratus meter dengan pelari dibelakangnya  yang menuju finish di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulteng pada Minggu (19/11/2017) pagi.

Usai dilepas Ketua KONI Sulteng yang mewakili Gubernur Sulteng di lapangan Vatulemo, Samson langsung melesat paling depan meninggalkan rombongan pelari kategori umum lainnya.

Rute lomba mulai jalan Balai Kota Utara berbelok ke jalan Muhammad Yamin kemudian Jalan Basuki Rahmat, Jalan Touwa dan mengarah Kantor Dinas PU ditempuh Samson dengan catatan waktu 16,59 menit.

Kepala Dinas PU Provinsi Sulteng Syaifullah Djafar yang turut  berlomba berharap  lomba lari Sapta Taruna 5K dapat menjadi agenda tahunan yang kemudian dapat ditingkatkan lagi levelnya berskala internasional. “Harapan kami sebenarnya bagaimana menumbuhkan minat  dikalangan masyarakat terhadap olahraga lari . Karena  olahraga lari ini disamping olahraga murah, sederhana  dan paling tepat untuk meningkatkan kebugaran fisik. Ini juga sudah merupakan agenda tahunan dan dari pihak pengprov PASI meminta kegiatan ini menjadi olahraga tahunan dan Insha Allah kedepannya akan kita tingkatkan lagi menjadi 10 kilometer bahkan bisa Half Marathon,” terang Kadis kepada sejumlah wartawan usai lomba.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Basir Tanase menginginkan  semarak Sapta Taruna 5K dapat menyamai Tour de Central Celebes (TdCC) yang berskala internasional.

“Kalau tahun depan dananya ada, Insha Allah kegiatan ini akan kita tingkatkan menjadi level internasional yang bisa menyamai even TdCC.

“Kalau melihat progres ini Insha Allah  levelnya bertaraf internasional. Sekarang saja sudah ada pelari dari Kenya. Tapi yang paling mendasar itu  kita tetap membuka  kategori pelajar karena hal itu sebagai pembinaan  dan kedepannya atlet pelajar ini  merupakan aset daerah,” ujar Basir.

Selain Samson yang  berada dipodium pertama, Noveldi Petingko berada diposisi kedua dan diperingkat ketiga diraih Febian Ahlan asal  Desa Sunju Kabupaten Sigi.

Di kategoti umum putri, atlet asal Smanor Tadulako, Dewi Sri Wahyuni menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 25, 06 menit  disusul Amanda dan Hairunnisa.

Dalam ceremoni penyerahan penghargaan kepada pemanang, juga diselingi dengan senam Maumere dan penyerahan berbagai hadiah menarik yang disiapkan panitia serta sponsor. CLG

Harian Mercusuar

View all posts