POSO, MERCUSUAR – Dalam pelaksanaan Opster tahun ini, kabupaten Poso memperoleh alokasi 100 unit rumah RTLH untuk direnovasi. Untuk memastikan hasil pelaksanaan Opster berjalan dengan baik sesuai rencana, Dansatgaster memerintahkan Pasiter Satgaster, Letda Infanteri Albert Essing untuk meninjau secara langsung hasil Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta manfaatnya bagi masyarakat di tujuh desa, di antaranya Desa Pantangolemba, Desa Taunca, Desa Trimulya, Desa Towu, Desa Tokorondo, Desa Masani dan Desa Masamba.

Hamsa (57), salah satu warga Desa Tokorondo yang rumahnya menjadi sasaran operasi, saat ini sudah selesai pengerjaannya dan kondisinya saat ini jauh lebih sehat dan layak huni dibandingkan kondisi sebelumnya yang sangat kumuh dan mau roboh.

Perasaan senang dan bahagia pun diperlihatkan Hamsa yang kurang paham berbahasa Indonesia. Saat berbincang-bincang, Hamsa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Babinsa yang telah mendata dan memasukkan rumahnya pada program bedah rumah tersebut.

“Terima kasih pak Babinsa,” ungkapnya.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh Made Soleman, Solihin dan Wayan, warga Desa Trimulya, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Saat dikunjungi Dansatgas Opster, kondisi rumah-rumah tersebut memang sudah berubah dan kelihatan lebih layak huni dari sebelumnya. Rata-rata, rumah yang terkena RTLH tersebut dulunya hanya berlantaikan tanah, namun sekarang sudah berlantai keramik dari ruang tamu hingga kamar, sesuai dengan bestek yang direncanakan oleh TNI dan Pemkab Poso.

Secara umum, dari 100 sasaran RTLH yang diprogramkan untuk direnovasi, sampai dengan saat ini sudah 90 % selesai, sementara sisanya masih dalam tahap finalisasi pengecatan.

Dalam pelaksanaan renovasi RTLH ini, TNI selaku pelaksana pengerjaan tidak kaku dengan bestek yang telah diprogramkan yaitu semi permanen. Tetapi TNI juga memberi kesempatan kepada pemilik rumah apabila berkeinginan untuk menjadikan rumahnya permanen, atau over prestasi seperti rumah Hamza, yang kondisi rumahnya saat ini sudah full permanen sesuai keinginannya. PR