TANAMODINDI, MERCUSUAR- Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima manfaat program Beras Keluarga Sejahtera (Rastra) Kota Palu berkurang sebanyak 1.205 Kepala Keluarga (KK) terhitung tahun 2017 dari jumlah penerima manfaat rastra periode Januari hingga Desember 2016 sebanyak 13.673 RTS.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kota Palu, Tamin Tombolotututu mengatakan, penurunan itu, karena adanya perubahan jumlah penerima rastra, untuk alokasi periode awal ini baru akan disalurkan pada minggu kedua Maret, sekaligus untuk penyaluran tiga bulan dari Januari

“Jadi saat ini belum disalurkan kepada penerima manfaat,” ujarnya, Senin (27/2/2017).

Saat ini, pihaknya masih menyosialisasikan perubahan jumlah penerima rastra atau raskin tersebut ke kelurahan-kelurahan dengan melakukan verifikasi data kembali dengan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2016 yang baru pekan kemarin masuk.

“Itulah sebabnya mengapa rastra lambat disalurkan sebab masih menunggu penetapan jumlah penerima manfaat dan pagu rastra  yakni sebanyak 12.478 RTS dan pagunya sebanyak 2.246.040 KG dari hitungan yang diambil berdasarkan jumlah pagu (Kg) KPMX15 Kg X 12 bulan selama setahun, berarti setiap RTS akan menerima 15 Kg/bulan dengan subsidi Rp.1600 per kilonya untuk Rastra,” jelas Tamin.

Dijelaskan, perubahan jumlah penerimaan rastra ditentukan oleh TNP2K. TNP2K menggunakan data hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2017 sebagai basis data penerima rastra tahun ini, artinya untuk Kota Palu jumlah masyarakat miskin berkurang sebanyak 1.205 KK.

Namun jika ada kelurahan yang telah selesai melakukan verifikasi jumlah penerima rastra dan menemukan formulasi yang pas untuk menyalurkan rastra, pihaknya akan segera mengeluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA) kepala Bulog Sub Devisi Regional (Subdivre) Palu untuk mendistribusikan rastra. ABS

Harian Mercusuar

View all posts