PALU, MERCUSUAR – Ribuan orang menyeruput kopi secara massal pada puncak Festival Kreatif Kopi Sulteng di Baywalk Citraland Palu, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore,   Minggu (21/5/2017).

Festival yang bertujuan memperkenalkan kopi asal Sulteng secara lebih luas ini dihadiri  komunitas pecinta kopi, Staf Ahli Gubernur Hidayat Lamakarate dan Kepala Dinas Perkebunan Sulteng  Nahyun Biantong.

Saat seruput kopi massal di acara yang didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif tersebut, seluruh pecinta kopi menikmati kopi asli Sulteng dari Kabupaten Sigi yaitu Kopi Toratima.

Panitia festival, Yoseph Gustaf mengatakan  Sulteng memiliki dataran tinggi di hampir seluruh wilayah. Ini menjadi syarat tumbuhnya tanaman kopi.

Penanaman kopi di Sulteng masuk bersama kolonialisme Hindia Belanda, dengan dua daerah sentra, yakni Sigi dan Poso.  Dia menjeleskan bahwa Kota Palu adalah hilir dari komoditi kopi. Bisnis warung kopi dan industri pengolahan biji kopi tumbuh dan bergeliat.

Festival Kreatif Kopi Sulteng juga dibuat untuk merayakan mata rantai komoditi ini sejak hulu hingga hilir. Dimana dalam kegiatan ini juga menghadirkan petani kopi, penyuluh pertanian, pedagang perantara, sektor industri, warung-warung kopi, hingga komunitas.

Hidayat Lamakarate yang mewakili Gubernur Sulteng menambahkan, ia sangat berterima kasih atas kesediaan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menyelenggarakan Festival Kreatif Kopi Sulteng 2017. “Perlu diketahui di Sulteng bukan hanya kopi yang terkenal, namun masih ada cokelat (dimana Sulteng) menjadi penghasil terbesar nasional serta ada bawang goreng. Ini perlu kita berikan apresiasi, sebab dapat menjadi promosi lokal pemerintah untuk mendukung hasil pertanian,” tandasnya.

 

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini, selain menampilkan stand-stand kedai kopi dari berbagai daerah, juga diramaikan dengan talkshow bersama artis Chiko Jerickho dan Rio Dewanto. TIN/ABS

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan