Saat Sponsor Memberi Rapor

Salinan bertanda tangan Rahmat A Haris dan Nathassa itu beredar terbatas di saluran whatsapp (WA) wartawan, Rabu, dua pekan lalu.  Tanpa cap, Ketua dan bendahara Forum Komunikasi Institusi Jasa Keuangan (FK-IJK) Sulteng itu mengeluarkan semacam penilaian terhadap Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II  yang dilaksanakan pada 22-27 September 2017.

Oleh: Indar Ismail Jamaluddin

Surat tersebut dilayangkan FK-IJK Sulteng kepada Wali Kota Palu sebagai laporan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, dan masing-masing anggota IJK. Berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan FPPN 2017, sejak pra iven,  hingga pasca iven, Rahmat memberikan lima catatan.  Disebutkan bahwa belum sepenuhnya hak sponsor terakomodir dalam iven yang diselenggarakan di anjungan Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur itu. Sayang, Rahmat dalam surat itu tak merinci hak-hak sponsor apa saja yang belum ditunaikan Pemerintah Kota Palu selaku penyelenggara kegiatan.

FK-IJK juga mengkritik komunikasi antarbidang kegiatan tidak berjalan sebagaimana mestinya, koordinasi pelaksanaan kegiatan tidak berlangsung optimal, jadwal kegiatan berubah tanpa pemberitahuan kepada pihak terkait, serta pelayanan menuju lokasi kegiatan tidak optimal.  “Mengingat hal tersebut di atas, demi terlaksananya kegiatan Palu Nomoni ke depan, kami merekomendasikan dilaksanakan oleh event organizer, dan khusus kegiatan PKL (Pedagang Kali Lima) sekiranya dilaksanakan satu bulan sebelum hari ulang tahun Kota Palu,” tulis Rahmat dalam surat tertanggal 2 Oktober 2017 itu.

Dikonfirmasi wartawan Mercusuar, Khairudin, pekan lalu melalui pesan singkat, Rahmat A Haris membenarkan adanya surat itu. Ia menyebut surat itu hanya sebatas rekomendasi kepada pemerintah kota agar penyelenggaraan FPPN tahun 2018 berlangsung lebih baik.

Keterlibatan IJK dalam FPPN II tidak terjadi begitu saja. Pemerintah Kota Palu sampai harus mengundang para pimpinan bank yang beroperasi di Kota Palu untuk buka puasa bersama di Mercure Palu Hotel  pada 13  Juni lalu.   Pimpinan IJK yang hadir antara lain Bank Syariah Mandiri, Bank Tabungan Negara, Pegadaian, tiga Bank Prekreditan Rakyat, Bank Central Asia, Bank Mayapada, Bank Sinar Mas, BNI Syariah dan Bank Sulteng.   Saat itu, Wali Kota Palu meminta bantuan Kepala Perwakilan OJK Sulteng, Moh Syukri Andi Yunus untuk ikut melobi. Pertemuan kembali berlangsung selepas lebaran.

Secara umum, Pemkot Palu membagi lima kategori sponsorship FPPN 2017, yakni diamond atau sponsor utama dengan partisipasi minimal setara Rp900 juta, platinum (partisipasi minimal Rp275 juta), gold (partisipasi minimal Rp125 juta), silver (partisipasi minimal Rp50 juta), dan bronze (partisipasi minimal Rp25 juta). Pelaku IJK yang memilih sponsor pada kategori diamond dijanjikan mendapat kompensasi pemasangan logo perusahaan di seluruh media promo (media cetak, elektronik, dan videotron panggung utama). Juga mendapat video promo berdurasi 60 menit, serta dapat memasang umbul-umbul di 100 titik.   Sementara untuk kompensasi terhadap sponsor minimal kategori bronze adalah pemasangan iklan perusahaan di media cetak, spot promo dan dapat memasang umbul-umbul maksimal 10 titik di tempat kegiatan yang turut dibiayai.  Total dana yang dibutuhkan pemerintah dan sponsorship adalah Rp823.055.000. Anggaran sebesar itu untuk membiayai sembilan item kegiatan. Masing-masing adalah lomba pacuan kuda tradisional, lomba paduan suara lagu daerah nusantara, Palu Nomoni Freestyle Competition, Tadulako Nomoni Adventure dan lomba kicau burung Palu Nomoni. Kegiatan lain adalah aerobic dan binaraga Palu Nomoni, kejurnas airsoft competition Nomoni dan Palu Nomoni Gateball Open Tournament.

Sadar masih adanya kekurangan dalam iven tahun ini, Wali Kota Palu langsung  menyampaikan permohonan maaf pada malam penutupan FPPN, Rabu (27/9/2017).  Jauh-jauh hari, orang nomor  satu di Pemkot Palu ini memang mewanti-wanti jajarannya untuk maksimal mempersiapkan iven.  “Kita jangan hanya main-main, saya minta semua panitia FPPN bekerja maksimal,” ujarnya saat mengumpulkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, camat dan lurah di kantor Dinas Pariwisata Kota Palu beberapa hari sebelum iven digelar. ***

Harian Mercusuar

View all posts