SIGI, MERCUSUAR – Stok pangan di Kabupaten Sigi selama ramadan cukup tersedia dan aman, khususnya beras serta stok bahan pangan lainnya. Oleh karena itu masyarakat Sigi tidak perlu gelisah terkait hal itu.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sigi, Rahmat Iqbal Nurkhalis, Jumat (26/5/2017). Data tersebut katanya merupakan hasil pantauan di empat pasar yakni Pasar Biromaru, Palolo, Maranata dan Pasar Marawola.

Katanya, kalau melihat hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada posisi tahun 2016, produksi pangan khususnya komoditi padi sekira 145 ribu ton gabah kering giling. Jika dikonversi menjadi beras, maka tersedia sekira 85.000 ton.

“Kalau kita mengacu kepada kebutuhan konsumsi masyarakat Sigi, kebutuhan penduduk dalam hal ketersediaan konsumsi beras kurang lebih sekira 31 ribu ton dengan jumlah penduduk kurang lebih 230 ribu jiwa,”jelasnya.

Kata dia, kalau dihitung kebutuhan konsumsi rata-rata 136 kilogram per tahun, ketersedian beras tersedia 85.000 ton dikurangi dengan konsumsi jumlah penduduk, maka  Sigi masih surplus sekira 50.000 ton beras.

Dengan surplus beras maka ketersediaan pangan Kabupaten Sigi cukup tersedia, hanya saja yang perlu diwaspadai ketersediaan surplus beras ini sifatnya dinamis, karena beras komoditas strategis dan dinamis. Sehingga bisa tersedia dimana saja termasuk di Palu, Tolitoli bahkan ke Kalimantan.

“Ketersediaan surplus beras ini harus kita jaga, jangan sampai ketersediaan ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Sigi. Dalam hal ini DKP Sigi bentuk satuan petugas (Satgas) pengawasan pangan,” tutupnya. AJI

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos