BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu diketuai Imade Sukanada SH MH menunda sidang lanjut dengan agenda pembacaan putusan sela terdakwa Mantan anggota DPRD Kota (Dekot) Palu Abd Rahman M Rifai (55), Rabu (3/1/2018).

Penundaan sidang terdakwa kasus dugaan asusila dengan korban anak dibawah umur berinisial RR itu, karena terdakwa kembali sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu.

Hal tersebut dikatakan penasihat hukum terdakwa Abdurrachman M Kasim SH MH saat ditemui Media ini di PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (3/1/2018) sore.

Menurutnya, sidang Abd Rahman M Rifai ditunda, karena bersangkutan sakit dan tengah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu.

Kliennya menderita sakit tekanan darah tinggi serta memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. “Sakitnya parah, tidak bisa dipaksakan (sidang),” singkatnya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Pidum Kejari Palu Surianto SH saat ditemui terpisah.

Menurutnya, terdakwa Abd Rahman M Rifai telah berstatus tahanan majelis hakim sejak 20 Desember 2017.

Saat ini terdakwa sakit dan telah dikeluarkan dari rumah tahanan (Rutan) Palu serta dibantarkan ke RS Bhayangkara Palu sejak 29 Desember 2017.

Hasil pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan Rutan Palu, terdakwa mengeluhkan nyeri di perut bagian kiri dan tekanan darah 170/90 Mmhg. Selain itu, ia memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. “Ini berdasarkan surat yang diterima dari Rutan Palu kemarin (Selasa 2/1/2018),” tutupnya.

Diketahui, dalam kasus tersebut terdakwa Abd Rahman M Rifai didakwa JPU melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam Pasal 81 Ayat (2) UU Nomor: 23 Tahun 2002 yang telah diubah dan ditambah dengan ketentuan UU Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dakwaan kedua Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor: 23 Tahun 2002 yang telah diubah dan ditambah dengan ketentuan UU Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Sehingga terdakwa terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.AGK

Harian Mercusuar

View all posts