POSO, MERCUSUAR – Generasi perdamaian (Gen Peace) Poso melaksanakan kegiatan Youth Coalition, yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan nirkekerasan, mulai dari sekolah hingga ke komunitas secara berkelanjutan. Kegiatan itu dilaksanakan di Kelurahan Bukit Bambu, Kecamatan Poso Kota Selatan, diikuti 30 peserta, yang merupakan perwakilan dari SMA di Kabupaten Poso, Selasa (6/2/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Poso yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) Kabupaten Poso Frits Sampurnama dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Urip Heriyanto.

Kepala Dispora Kabupaten Poso Frits Sampurnama, dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Poso sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena memiliki nilai positif bagi perkembangan daerah. Dirinya berharap, Gen Peace Poso dapat terus melaksanakan kegiatan tersebut, agar kedepannya dapat menghasilkan kader yang dapat membangun Kabupaten Poso lebih baik lagi.

Ketua Panitia, Saripudin mengatakan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia, yakni Aceh, Ambon, Makassar dan Ternate. Dikatakannya, selain Gen Peace Poso, terdapat organisasi lain yang juga berkolaborasi menggagas program Youth Coalition for Suistanable Peace (YCSP) tahun ini, di antaranya Sekolah Menginisiasi (The Leader) dan Inspiring Development (InDev).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama lima hari. Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, menerima pembinaan serta materi untuk menambah pengetahuan yang di antaranya menajemen konflik dan beberapa materi lainnya. Selain itu, selama kegiatan berlangsung peserta akan menginap di rumah warga.

“Ini merupakan kegiatan nasional, untuk tempat pelaksanaannya kami sengaja menempatkan kegiatan ini di desa, agar para peserta mengetahui pola hidup masyarakat di desa. Jadi peserta dapat memahami keseharian masyarakat, baik berkebun, menimba air di sumur, sehingga dapat memberikan pemahaman peserta tentang pola hidup masyarakat desa.

Selain itu kata Saripudin, dari materi yang mereka dapatkan, peserta dapat memberikan pemahaman yang berkaitan dengan konflik, sehingga masyarakat desa mampu menyelesaikannya dan tidak terpengaruh dengan isu isu yang bersifat perpecahan.

Di samping itu, Firman yang merupakan penggerak Youth Coalition dari Ambon serta penggagas dilaksanakan kegiatan tersebut menjelaskan, Program tersebut didukung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, melalui Program Alumni & YSEALI Internasional. Program tersebut, bertujuan untuk mempersiapkan 150 pemuda dan pelajar di daerah, untuk menjadi aktor yang mampu mengambil peran aktif dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian. Untuk itu, kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah daerah yang dianggap rentan dengan kasus kekerasan dan konflik antar kelompok masyarakat  seperti di Aceh, Ambon, Ternate, Makassar serta Kabupaten Poso. AND

Harian Mercusuar

View all posts