MOROWALI, MERCUSUAR-Perusahaan mega tambang, PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) berkomitmen melestarikan lingkungan dengan penerapan industri berprinsip ekonomi hijau melalui kinerja managemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, limbah B3, limbah pada non B3, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan pemberdayaan masyarakat.

Untuk melestarikan lingkungan, salah satu upaya yang dilakukan perusahaan tersebut adalah dengan menanam 50 ribu pohon mangrove dengan luas wilayah 5 hektar di sepanjang pesisir pantai desa lingkar tambang se-Kecamatan Bahodopi. Penanaman mangrove diawali di lokasi pantai Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Mangrove PT IMIP beelum lama ini.

Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan managemen PT IMIP, Halim Mina, Sintong Pandjaitan dan Slamet Viktor Panggabean, Kepala Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki, Assisten I Provinsi Sulawesi Tengah dan Pejabat Struktural Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Bupati Morowali serta Kepala OPD.

Dalam sambutannya, Senior Vaice Presiden PT IMIP, Slamet Viktor Panggabean mengatakan manfaat dari pohon mangrove, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, salah satunya sebagai pelindung dari terjangan gelombang tinggi. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2015 kata Slamet, Indonesia memiliki luas hutan mangrove sebesar 3,48 juta hektar, atau setara dengan 23 persen luas ekosistem mangrove dunia, namun lebih dari 50 persennya, atau 1,8 juta hektar mengalami kerusakan.

“Untuk itu kami berkomitmen ikut serta dalam memperbaiki ekosistem mangrove disekitar kawasan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menanam 50 ribu pohon mangrove,” terangnya.

Menyadari peran penting ekosistem mangrove dalam kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya, Slamet mengajak seluruh masyarakat, terutama Duta Mangrove PT IMIP untuk bersama-sama melestarikan dan berkomitmen mendukung upaya rehabilitasi lahan mangrove.

Sementara, Assisten I Pemprov Sulteng yang membacakan sambutan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menginformasikan bahwa Pemprov Sulteng telah dinobatkan sebagai pemenang nomor 1 lomba penanaman dan pemeliharaan pohon tahun 2016 yang penghargaannya diserahkan oleh Bapak Presiden RI pada acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Penanaman Pohon Nasional pada tahun 2017 di Gunung Kidul, Provinsi DI Jokjakarta.

“Sangat banyak manfaat tanaman mangrove bagi manusia dan lingkungan hidup, antara lain dapat mencegah erosi pantai atau abrasi, mempercepat pengendapan sedimen dan lumpur, mencegah induksi air laut ke darat, melindungi daratan dari gelombang tinggi tsunami dan angin kencang, tempat perlindungan dan perkembangbiakan biota laut, sumber pakan ternak, dapat menguraikan limbah B3 dan menyerap hingga kualitas air udara dapat terus terjamin, dapat menjadi objek wisata, habitat satwa langka, termasuk juga untuk pendidikan dan penelitian,” tandasnya. BBG

Harian Mercusuar

View all posts