PALU, MERCUSUAR –   Kejurnas  Renang yang menjadi bagian dari Festival Aquatic di Palembang Sumatera Selatan yang digelar pada tanggal 23 sampai dengan 27 April 2017  juga diikuti atlet PRSI Sulawesi Tengah.   Partisipasi tersebut ternyata menjadi agenda terakhir Pengprov  Sulteng di bawah kendali Zainal Abduh yang telah dua kali memimpin Renang Sulteng.

Terkait hal itu, pengamat Renang Sulteng, Muhammad  Warsita  menyarankan sudah saatnya figur muda  memimpin PRSI Sulteng yang bisa membuat terobosan baru   bagi prestasi Sulteng.

“Kejurnas Renang ini merupakan agenda terakhir yang diikuti pada masa kepengurusan Pengprov PRSI 2013-2017. Artinya ini ajang terakhir dari pengprov sebelum memilih ketua umum baru yang Insha Allah akan dilaksankan bulan Mei depan,”  kata Warsita saat dikonfirmasi, Selasa (18/4/2017).

Warsita juga mengharapkan dalam kepengurusan PRSI Sulteng mendatang, figur pimpinan terbaik yang akan  memimpin olahraga aquatic Sulteng.

Masa kepengurusan PRSI Sulteng yang dipimpin Zainal Abduh yang telah dua periode akan berakhir tahun ini sehingga  dalam  AD /ART otomatis tidak bisa lagi untuk dipilih.

“Suka atau tidak suka kita harus mencari figur pemimpin terbaik  untuk memimpin  Renang  Sulteng kedepannya karena  daerah kita adalah wilayah maritim. Sehingga  pada periode kepengurusan mendatang kita juga  dapat membina open water dalam hal ini olahraga perairan terbuka  di laut,” ucapnya.

Sekaitan dengan open water, Warsita menilai jarak tempuh yang  sesuai aturan nasional adalah 5 km dan 10 km.

“Yang dilakukan Dispora pada kegiatan Renang dalam rangka menyambut HUT Provinsi Sulteng itu  sebenarnya sudah luar biasa . Hanya saja jarak tempuhnya yang  harus dipikirkan, bukan lagi 1 km  karena kita harus merujuk kepada aturan nasional, yaitu  5 km dan 10 km. Bahkan kalau merujuk ke aturan Olympic itu, jaraknya 10 km dan 20 km,”  lanjut Warsita.

Mudah-mudahan   dalam pemilihan mendatang figur ketua umum PRSI Sulteng yang berkomitmen membangun olahraga aquatic Sulawesi Tengah.

Terkait dengan keikutsertaan tiga perenang Elma Swimming Club yang mewkili Sulteng di Kejurnas, Warsita meyebut hal itu sebuah kebanggan apalagi  Renang Sulteng  sudah tidak lagi menggunakan wild card di PON dengan meloloskan dua perenang dengan menembus limit yang telah ditentukan. Paling tidak itu adalah kemajuan yang harus diapresiasi. CLG

Harian Mercusuar

View all posts