BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Terkait temuan permasalahan pada pengerjaan proyek pembangunan Taman Vatulemo di Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore yang diketahui merupakan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Palu. Kini kejari Palu tinggal menunggu hasil rekomendasi atau laporan dari Inspektorat Kota Palu.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Subeno, SH.MM, menjelaskan, jika laporan tersebut sudah diterima Kejari Palu, maka pihaknya akan terus berkoordinasi dengan inspektorat untuk mengusut kasus tersebut.

 

“Sampai sekarang belum ada, kami hanya menunggu laporan dari Inspektorat,” katanya belum lama ini.

 

Ia menambahkan, untuk menyikapi hal itu, pihaknya harus mematui prosedur yang ada, untuk memproses pihak – pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan lapangan tersebut.

 

“Jadi harus ke Inspektorat dulu baru dilaporkan ke kami (Kejari Palu) karena sistemnya sekarang sudah begitu, setelah itu, baru kita menetukan sikap untuk memproses pihak-pihak yang terlibat dalam proyek di Vatulemo,” jelasnya.

 

Diketahui, proyek pembangunan lapangan tersebut, dikerjakan oleh PT Uber Karya dan diawasi konsultan pengawas CV Kreasi Perdana Konsultan pada 25 Februari 2016 dengan nomor kontrak 01/KONT/CK-DG/PU/II/2016. Dalam pengerjaan proyek tersebut, menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 7,2 miliar yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu. Sehingga proyek ini, mendapat sorotan masyarakat, karena diduga anggaran yang digunakan pada proyek itu, tidak sesuai dengan hasilnya.

 

Untuk itu, kasus ini, masih terus berlanjut dan sejumlah pihak terkait yang diduga terlibat dalam proyek itu, yakni kontraktor, konsultan perencaan dan konsultan pengawas. Keterlibatan pihak-pihak itu terkait dengan perencanaan dan kualitas finising pekerjaan proyek yang terkesan asal-asal.

 

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Inspektorat, bahwa dari segi letak titik perencanaannya terkesan sedikit keliru.

 

Kekeliruan dalam proyek itu, diantaranya letak titik taman yang tidak mengikuti kondisi struktur tanah yang menurun. Sehingga, taman itu, mudah digenangi air saat musim hujan. Sehingga pekerjaan proyek itu, perencanaannya bermasalah. FAN

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos