PALU, MERCUSUAR – Pembangunan kesehatan haruslah dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Dimana tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Demikian disampaikan Gubernur Sulteng Longki Djanggola melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Moh Arif Latjuba para Rapat Koordinasi implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) tingkat Provinsi Sulteng, Kamis (4/5/2017. Dalam sambutan itu, Arif menuturkan, keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya.

“PIS merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia,” katanya

PIS PK akan menjadi program utama pembangunan kesehatan dengan menegakkan tiga pilar utama. Pertama penerapan paradigma sehat, kedua penguatan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional. Penegasan ini, diimplementasikan dalam pembangunan daerah yang merupakan bagian internal dan integral dari pembangunan nasional. Jika daerah gagal melakukan pembangunan, maka bisa dikatakan pembangunan nasional juga tidak berhasil. Olehnya, untuk mencapai keberhasilan pembangunan di Sulteng dengan memperhatikan kebutuhan, kondisi dan potensi yang dimiliki daerah, maka pemerintah provinsi telah menetapkan visi pembangunan daerah, yaitu Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing yang didukung dengan lima misi, salah satunya terkait dengan sektor kesehatan.

“Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing dan berkepribadian kearifan local,” jelas Arif.

Arif menguraikan, untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsinya secara optimal dan sebagai penjabaran dari amanat UU tersebut, Kementerian Kesehatan RI menetapkan strategi operasional pembangunan kesehatan dengan pendekatan keluarga melalui PIS-PK. Pendekatan keluarga adalah metode pendekatan pelayanan oleh Puskesmas yang mengintegrasikan Upaya Kesehatan Perorang (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan dengan target keluarga sehingga dengan cara ini, Puskesmas dapat meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

“Karena itu, saya berharap, Dinas Kesehatan Provinsi yang memiliki peran sebagai pengembangan sumberdaya, koordinasi dan bimbingan serta pemantauan dan pengendalian, kiranya bisa memfasilitasi,” imbuhnya

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng Anshayari Arsyad yang juga panitia pelaksana dalam laporannya mengakui, pertemuan koordinasi implementasi PIS PK dengan tujuan terjalinnya komitmen lintas sektor terkait kesamaan persepsi.

“Tentang kebijakan Indonesia Sehat termasuk penanganan penyakit menular maupun yang tidak menular,” katanya

Rakor implementasi PIS PK diikuti puluhan pejabat lintas program dengan narasumber Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr. Bambang Wibowo, Sp.Og serta beberapa narasumber lainnya. BOB

Harian Mercusuar

View all posts