MOROWALI, MERCUSUAR– Gerakan Masyarakat Peduli Administrasi Kependudukan (Gemar Duduk) yang akan diluncurkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Morowali, Rosnawaty Mustafa, mulai disosialisasikan, Rabu (24/5(2017).

Sosialisasi dilaksanakan di warkop Aqyla Desa Bahomohoni Kecamatan Bungku Tengah, yang dihadiri wakil Bupati Morowali, S U Marunduh dan peserta sosialisasi dari anggota dan sekretariat DPRD Morowali, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu PKK Kabupaten, KPUD, tokoh perempuan serta staf ahli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali.

Sosialisasi lebih memfokuskan pada penjelasan mengenai isi dan manfaat dari program Gemar Duduk yang nantinya akan disebarluaskan kepada masyarakat umum secara keseluruhan di Kabupaten Morowali.

Dalam penjelasannya, Rosnawaty Mustafa mengatakan program itu merpuakan salah satu tugas dari pelaksanaan PIM II yang diikutinya, dimana setiap peserta yang terdiri dari pejabat eselon II harus membuat satu proyek perubahan (proper) memecahkan suatu masalah dengan cara-cara atau inovasi baru yang tidak seperti biasanya.

Dalam instansi yang dipimpinnya, ada tiga masalah yang muncul selam pantauannya, yakni dimana masyarakat Morowali pada umumnya mengurus administrasi kependudukan nanti pada saat akan dibutuhkan, kemudian di Morowali juga belum ada paksaan untuk mengurus administrasi kependudukan dan yang ketiga tidak ada aturan yang mangatur untuk memberikan sanksi administrasi kependudukan.

“Oleh karena itu, tiga hal ini yang saya angkat dan ternyata yang bagus diangkat adalah bekerjasama dengan berbagai macam stakeholder yang ada. Karena melihat dari administrasi kependudukan memang kita kalau KTP itu sudah 84 persen, tapi yang diinginkan oleh pusat adalah 100 persen,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk akte kelahiran, Morowali telah mencapai 96 persen tetapi dilihat dari penduduk berusia 0 sampai 18 tahun, sementara umur 18 tahun baru mencapai 26 persen. Padahal pihak Disdukcapil telah menjemput bola dengan turun langsung ke desa-desa dan target kinerja 30 desa telah dilampaui.

Atas dasar itulah, dirinya melibatkan semua pihak yang memiliki perpanjangan tangan hingga ke seluruh lapisan masyarakat bawah untuk bersama-sama membantu mengurus administrasi kependudukan.

Wabup S U Marunduh yang juga bertindak sebagai mentor menambahkan, standar di birokrat sudah ada SOPnya, namun program yang akan diluncurkan merupakan ilmu baru dan terobosan di luar sistem. “Peserta PIM dua sekarang diharuskan bekerja dengan inovasi baru dalam menyelesaikan masalah, dan saya memberi apresiasi dan mendorong supaya ini dapat dipresentasikan hasil di lapangan dan dapat sukses dengan baik,” tandasnya. BBG

Harian Mercusuar

View all posts