PARMOUT, MERCUSUAR – Sejumlah produk dari bahan dasar kelor, menjadi unggulan dari Kabupaten Parigi Moutong  (Parmout) untuk dipamerkan pada pameran produk unggulan Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional di eks Sail Tomini Pantai Kayu Bura, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parmout.

Produk dari bahan kelor tersebut antara lain teh kelor, bubuk kelor, stik kelor, kerupuk kelor, bagelan kelor dan kapsul kelor. Parmout sendiri saat ini tengah mengembangkan beberapa produk dari bahan dasar kelor. Bahkan pada pameran di Moskow, Rusia, belum lama ini, produk teh kelor Parmout banyak diminati pengunjung.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan, Pemkab Parmout sekaligus penanggung jawab pameran produk unggulan, dr Agus Hadi, mengatakan produk dari bahan dasar kelor sangat banyak manfaatnya. Karena berdasarkan penilitian organisasi kesehatan dunia (WHO), daun kelor banyak mengandung potassium tiga kali lipat dari pada pisang, kalsium empat kali lipat  lebih banyak dibandingkan susu, vitamin C tujuh kali lipat dari jeruk, vitamin A empat kali lipat dibandingkan wortel dan dua kali lipat protein dibandingkan yogurt.

“Setelah mengikuti pameran kami sudah mendapatkan pasaran di luar negeri bahkan penawarannya cukup menjanjikan,” bebernya.

Bahkan kata dia, pihak luar negeri menawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Parmout dalam setiap pengiriman satu hingga dua kontainer dilakukan secara rutin. Namun, karena produksinya masih terbatas pihaknya belum melakukan kerjasama. “Apalagi saat ini baru mendapatkan bahan dasar kelor dari rumah rumah masyarakat,karena pohon kelor sendiri banyak tumbuh di halaman rumah warga,” ujarnya.

Ia  berharap kedepan pemerintah pusat dapat memberikan bantuan berupa alat untuk  produksi kepada  pemerintah untuk pengembangan produk bahan kelor tersebut. Sehingga kedepan kata dia, Parmout memiliki industri pembuatan bahan kelor, mengingat masyarakat sudah melakukan budidaya tanaman kelor.

“Kalau bahan dasar kelornya melimpah pruduknya juga akan besar. Dan tidak menutup kemungkinan kita bisa memasarkan kelor dalam jumlah besar keluar negeri ,dan juga bisa menyerap tenaga kerja banyak,” harapnya.

Ia menambahkan, saat ini produk kelor masih berskala kecil, bahkan tenaga kerjanya saja baru berjumlah belasan hingga puluhan orang. TIA