BESUSU TENGAH, MERCUSUAR– Detasemen Peralatan Palu mengenalkan Senjata Penembak Runduk (SPR 2) atau yang lebih dikenal adalah senjata Sniper terbaru kepada puluhan prajurit Korem 132/Tdl. Sosialisasi senjata buatan dalam negeri itu, berlangsung di halaman Makorem 132/Tdl, Rabu (28/9/2016).
Letnan Satu Cpl Suripno mengatakan, senjata SPR 2 ini mempunyai munisi kaliber 12,7 mm dengan jarak tembak efektif 2000 M. Pengoperasionalan senjata ini diawaki oleh 2 (dua) orang, satu penembak dan satu tamtama pembantu.

Dia menambahkan, dilihat dari bentuk fisiknya, senjata ini cukup besar dan berat sehingga dalam pengoperasionalannya butuh 2 (dua) orang personel, selain itu secara penggunaannya senjata dengan kaliber amunisi 12,7 mm mampu menembus kendaraan lapis baja.

“Senjata ini merupakan senjata terbaru buatan PT Pindad,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kemampuan PT. PINDAD dalam memproduksi alat kelengkapan persenjataan militer saat ini sudah diakui seluruh dunia, bahkan sudah banyak produk-produk senjata dan kendaraan perang buatan PT. PINDAD yang dipesan oleh negara luar.

Seperti yang belum lama ini beredar di situs-situs internet tentang kemampuan Senjata Senapan Serbu (SS1) modifikasi PT. Pindad mampu menembus body protector/rompi anti peluru keluaran Negara Amerika.

Hal ini sangat mengejutkan bagi kalangan dunia militer. Bagaimana tidak, Amerika yang selama ini dikenal sebagai negara penghasil senjata dan alat perlengkapan perang terbesar di dunia, ternyata salah satu produknya dapat dikalahkan oleh Senjata buatan Indonesia.

“Masih banyak lagi kehebatan-kehebatan senjata keluaran PT. PINDAD yang sudah diakui dunia internasional. Saat ini persenjataan TNI dan Polri sebagian besar sudah menggunakan senjata dan perlengkapan produksi dari PT. Pindad,” tambahnya. AMR/*

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos