PARMOUT, MERCUSUAR – Dalam kurun waktu dua bulan saja Polres Parmout  berhasil mengungkap tiga kasus Narkoba di wilayah utara kabupaten Parmout.bahkan darii tiga kasus tersebut lima orang berhasil diamankan, dan satu diantaranya merupakan seorang ibu rumah tangga.

Hal itu diungkapkan Kasat Narkoba Parmout, Iptu. Felix A Saudale saat melakukan ekspos kasus di Mapolres Parmout, Kamis (11/8/2016) kemarin. Dijelaskanya bahwa  pengungkapan kasus yang pertama sekitar bulan Juli yang lalu terjadi di wilayah Kabupaten Parmout tersebut tepatnya di Kecamatan Moutong, Kecamatan Mepanga, dan Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parmout, dengan jenis narkoba yang berhasil diamankan yakni, jenis Sabu.

Tersangka dan barang bukti dimanakan di Desa Sialopa Kecamatan Moutong terhadap tersangka ID (36), yang merupakan warga Kecamatan Tinombo Selatan, sekitar pukul 18.45 Wita Juli lalu. Dari tersangka ditemukan tiga paket sabu dan barang bukti Rp1,5 juta, timbangan digital dan satu unit sepeda motor.

Tidak berselang lama pihaknya kembali  lagi melakukan penangkapan terhadap dua tersangka berinisial A (26) dan NS (29) yang merupakan ibu rumah tangga di Desa Mensung, Kecamatan Mepanga, sekitar pukul 15.30 Wita. Kedua tersangka ditangkap di rumah tersangka NS, dengan barang bukti paket Sabu seberat 0,28 gram serta alat hisap saat sedang melakukan pesta sabu.

Sementara untuk TKP yan ketiga dilakukan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara pada 9 Agustus 2016, sekitar pukul 05.00 Wita dini hari. Polisi menangkap tersangka D (48) dan MR (29) yang merupakan warga Kecamatan Siniu. Dari tangan tersangka diamankan satu paket sabu seharga Rp2,8 juta.

Menurutnya Para tersangka tersebut rupanya telah lama diintai oleh pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan sementara menurut dia, sebagian dari tersangka ada kaitannya dalam hal jaringan bisnis sabu-sabu tersebut.

Dan pihaknya masih tetap melakukan penyelidikan, dan terus melakukan pendalam kasus tersebut. Sementara sabu tersebut berdasarkan pengakuan para tersangka berhasil diperoleh dari wilayah Palu.

Untuk saat ini pihaknya lebih fokus untuk wilayah utara karena penyebaran sabu lumayan banyak didaaerah utara terutama dari kecamatan Mepanga hingga Moutong.

Dalam tindak pidana tersebut para tersangka dikenakan pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 12 tahun penjara. TIA