TOUNA, MERCUSUAR – Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan telah banyak berperan aktif memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain sebagai lembaga keilmuan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, keagamaan, pondok pesantren juga berperan dalam simpul budaya religius, hal ini telah dibuktikan dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Keberadaan pondok pesantren dewasa ini diharapkan menjadi modal utama dalam membentuk pribadi santri yang mampu mengikuti perkembangan zaman dengan mempersiapkan peserta didik agar dapat menjalankan perannya yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan menjadi seorang ahli ilmu agama.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mohammad Faizal Mang, dalam rapat koordinasi penguatan kelembagaan pendidikan pondok pesantren tingkat Provinsi Sulteng, di salah satu hotel di Ampana Kota, Kabupaten Tojo Unauna, belum lama ini.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren dan para santri harus dibekali dengan nilai-nilai keislaman dan ilmu-ilmu modern, seperti pengetahuan agama dan penggalian dari teknologi keterampilan umum dengan berdasarkan pada Alquran dan Hadist sebagai sumber inspirasi dan rujukan.

“Peran pondok pesantren perlu ditingkatkan sejalan dengan tuntutan globalisasi. Salah satu langkah bijak yang perlu dipersiapkan agar tidak ketinggalan kereta,” tutur Asisten Faisal Mang

Ia menyampaikan, hal ini sesuai dengan tema hari santri nasional yaitu ‘Meneguhkan Peran Santri Dalam Bela Negara, menjaga Pancasila dan NKRI’ ada tiga factor penting yang perlu dilakukan.

Ketiga faktor dimaksud yakni, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan pengkaderan ulama, pondok pesantren sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan khususnya Agama Islam dan pondok pesantren harus mampu menempatkan dirinya sebagai motivator dan innovator pembangunan dan agen perubahan.

Sementara Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan, Farida Lamarauna, selaku panitia pelaksana menyampaikan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi Kelembagaan Pendidikan Pondok Pesantren untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan kelembagaan kesehatan di Pondok Pesantren, serta pengelola dan para santri diharapkan dapat memahami pentingnya penguatan kelembagaan dan penerapan nilai-nilai kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren

Sasaran dari pelaksanaan Rakor Penguatan Kelembagaan Pesantren adalah Pengurus Pondok Pesantren dan Peserta Didik serta Instansi Organisasi Perangkat Daerah terkait Tingkat Kabupaten Tojo Unauna dan Provinsi Sulteng.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan Rakor, yakni terlaksananya dengan baik pengelolaan kelembagaan pesantren di lingkup Pondok Pesantren,” jelasnya

Semua itu kata dia, telah terlaksana yang ada di wilayah kabupaten/kota khususnya di Kabupaten Touna dan Provinsi Sulteng dan meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren. BOB

Harian Mercusuar

View all posts