MERCUSUAR – Mantan anggota DPRD Kota (Dekot) Palu Abd Rahman M Rifai (55) masih harus bersabar, terkait permohonan pengalihan penahanan yang diajukkannya.

Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu diketuai I Made Sukanada SH MH dengan anggota Ernawaty SH MH dan Agus Safuan Amijaya SH MH belum menyatakan sikap prihal permohonan tersebut.

Abd Rahman M Rifai merupakan terdakwa kasus dugaan asusila dengan korban anak dibawah umur berinisial RR.

Bahkan majelis hakim menegaskan bahwa apabila hanya berobat di Palu, terdakwa cukup dibantarkan.

“Jika ada pengobatan lebih lanjut, nanti dipertimbangkan (permohonan pengalihan penahanan),” tandas I Made Sukanada menjawab pertanyaan Penasihat Hukum terdakwa Abdurrachman M Kasim SH MH pada sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa, Rabu (10/1/2018).

Diketahui, saat ini terdakwa Abd Rahman M Rifai statusnya dibantarkan karena sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Madani. Terdakwa awalnya dikeluarkan dari rumah tahanan (Rutan) Palu serta dibantarkan ke RS Bhayangkara Palu pada 29 Desember 2017.

Dia dikeluarkan dan dibawa ke RS Bhayangkara oleh Rutan Palu karena hasil pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan Rutan Palu, terdakwa mengeluhkan nyeri di perut bagian kiri dan tekanan darah 170/90 Mmhg. Selain itu, ia memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. AGK

 

Resti Ananda Putri

View all posts