PALU, MERCUSUAR – Saat ini banyak permintaan tenaga perawat berdatangan dari Negera Eropa dan Arab. Hal itu menjadikan profesi perawat tersebut dibutuhkan tidak hanya dari dalam negeri tetapi luar negeri.

Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Widya Nusantara Palu, Dr. Tigor Situmorang, Minggu (21/5/2017) menjelaskan kini beberapa alumni kampus tersebut telah bekerja di Arab untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di negara tersebut.

“Banyak sekali permintaan, ini ada juga dari Eropa. Namun sekarang yang kami bisa penuhi baru Arab dulu,”kata Tigor.

Sadar dengan tingginya permintaan, pihaknya pun meningkatkan pembelajaran kampus terutama pengusahaan bahasa asing dan meningkatkan materi ajaran yang berkompeten dengan menggunakan kurikulum dari luar negeri.

“Karena di luar negeri membutuhkan tenaga perawat yang profesional. Sehingga kami harus meningkatkan kompetensi mahasiswa  kami,”ujar dia.

Kampus tersebut kini telah membuka penerimaan mahasiswa baru yang dibuka sejak Februari hingga Agustus. Pendaftaran dilakukan dengan cara online, sehingga mahasiswa memasukan persyaratan yang dibutuhkan dan tinggal menunggu informasi pelaksanaan ujian.

“Pendaftar di kampus tersebar dari Sulteng di bagian Kabupaten Banggai, Buol dan Tolitoli hingga Provinsi Gorontalo. Namun yang paling terbanyak di kampus itu berasal dari Parigi Moutong,”terang dia.

Dijelaskan Tigor, kelebihan dari sekolah kesehatan adalah profesi itu mudah diserap lapangan pekerjaan selain itu, perawat dapat membuka clinik perawatan sendiri. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi ke rumah sakit untuk berobat.

“Yang mereka (perawat) obati di klinik bisa berupa penyembuhan luka, orang yang lumpuh atau orang-orang yang membutuhkan perawatan khusus. Beda halnya dengan Bidan, mereka sudah sejak dulu dapat membuka izin praktek. Kalau perawat nanti sekarang,”terang Tigor. INT

 

Harian Mercusuar

View all posts