TANAMODINDI, MERCUSUAR – Aspirasi warga Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat yang menuntut lurahnya, Marzuki untuk digantikan dengan figur yang mereka pilih yakni Zaman, yang saat ini menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Palu Barat dan juga masih mantan Lurah Lere sebelumnya, mendapat tanggapan dari Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said. Menurutnya, Selasa (23/1/2018), kewenangan pergantian aparatur ada pada pemerintahan, bukan ditentukan oleh warga.

Dirinya menjelaskan, setiap lurah, camat, PNS atau ASN itu ada penilaiannya tersendiri, dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), juga memantau. Jadi pergantian itu tidak sembarangan dilakukan, hanya karena masyarakat mengatakan si A tidak bagus atau tidak cocok.

“Apa pendekatannya jika dia tidak cocok? apakah pendekatan keluarga? Jadi jika bukan keluarga maka dianggap tidak bagus? kemudian kalau pendekatan rekan/teman, jika bukan teman atau karena tidak bisa diajak baku teman, dibilang tidak bagus? namun jika pendekatannya karena kinerja, bukan masyarakat yang menilai,” terangnya.

Kata dia, hal ini sekarang persoalan kinerja, bukan lagi persoalan siapa figurnya. Menurutnya, kalau memang kerja lurah tersebut di sana misalnya, tidak sesuai sehingga banyak masyarakat yang merasa tidak tepat dalam pelaksanaan kerja sebagai lurah, sudah ada tim penilai aparatur. Jadi kata dia, tidak ada masalah, tapi pemerintah tidak bisa main ganti begitu saja.

“Kita hanya mendengar masalah dari masyarakat, tidak ada masalah jika memang figur yang diusulkan itu dianggap paling tepat, namun harus lewat proses dulu, yang diajukan ini siapa, bagaimana track recordnya selama ini. Jangan sampai karena teman, maka seakan-akan dialah yang paling tepat. Jadi semua ini ada tim yang menilai dan jabatan lurah juga bukan serta-merta keinginan masyarakat, karena nanti pak Wali Kota juga akan melihat, jika dianggap ini pasti akan disetujui,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, cukup beresiko jika isu ini dilanjutkan, karena adanya isu jelang pelantikan pejabat, sebab kata dia, jika isu ini diteruskan, maka besok-besok hal yang sama berpotensi akan berulang.

“Hari ini lurah, besok mungkin kepala dinas bahkan wali kota yang diminta mundur,” tutupnya. ABS

Harian Mercusuar

View all posts