• Keduanya Suami-Istri

 

TOLITOLI, MERCUSUAR – Kembali Polres Tolitoli menangkap dua pelaku yang membawa sabu-sabu sebanyak 500 gram di Pelabuhan Dedek Tolitoli dari Tarakan, Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 01.30 wita dini hari.

Kedua tersangka itu adalah suami-istri, Sukma alias Cuma warga Desa Kombo, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli dan Idris, seorang nelayan Tolitoli yang tinggal di Kota Tarakan.

Sabu-sabu sebanyak 500 grsm itu dibawa dua pelaku yang ternyata adalah pasangan suami istri berinisial ID dan SK, dari Tarakan melalui kapal Pelni Bukit Siguntang.

Kapolres Tolitoli AKBP Iqbal Alqudusy menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menerima laporan bahwa adanya pengiriman barang haram tersebut. Sehingga Kapolres segera membentuk tim gabungan Satresnarkoba, Satreskrim,  Satintelkam dan Polsek Baolan. Tim gabungan ini kemudian melakukan penggeledahan terhadap dua orang penumpang KM Bukit Siguntang yang dicurigai itu. Mereka  membawa tas belanja warna putih dan di dalam tas ditemukan satu paket besar serbuk putih diduga sabu-sabu.

“Kedua pelaku adalah suami istri, saat ini sudah diamankan bersama barang bukti,” jelas Kapolres,  Kamis (4/1/2018).

Dari hasil pengakuan pelaku, rencananya sabu-sabu 500 gram itu akan diedarkan di Kabupaten Tolitoli.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam pasal 112 dan 114. Dalan pasal 112 Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki,menyimpan,menguasai atau menyediakan narkotika bukan tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah, dalam pasal 114 setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I ,pelaku dipidana penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun,paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar.

Kapolres mengaku selalu mewaspadai bila ada kapal dari Tarakan yang akan sandar ke berbagai tempat di Tolitoli karena rawan terjadi pemasokan secara ilegal barang-barang terlarang seperti narkoba.
Sehari sebelumnya, pihaknya juga meringkus seorang bandar narkoba di Kecamatan Dampal Selatan berikut tiga orang kaki tangannya karena kedapatan memiliki dan mengedarkan narkoba jenis shabu ke desa-desa.
Iqbal menyebutkan selama 2017, pihaknya menangani 39 kasus narkoba dengan 61 orang tersangka dan barang bukti berupa 5,947 kg sabu dan 9.700 pil THD. Dari jumlah kasus itu, yang berhasil diselesaikan penyidikannya 26 kasus.
Kasus narkoba terbesar yang ditangani Polres Tolitoli adalah penangkapan seorang penumpang dan seorang ABK kapal yang baru tiba dari Tarakan di Pelabuhan Dede Tolitoli dengan membawa 5,1 kg sabu pada 16 Juni 2017.MRZ

Harian Mercusuar

View all posts