POSO, MERCUSUAR– Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufariadi menegaskan, personel akan terus disiagakan di seputar area tambang emas ilegal di Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Iya kita akan siagakan personel dan secara bergantian akan menjaga serta mengawasi aktivitas di pertambangan illegal ini, untuk menjaga kemungkinan kembalinya para penambang di area ini,’ tandasnya saat meninjau penertiban area tambang illegal di Dongi-dongi, Kamis (1/9/2016).

Dia mengatakan, pihaknya telah menjalankan tahapan demi tahapan, penertiban tambang emas illegal itu, mulai dari pendekatan persuasif, melalui sosialisasi oleh Babinkamtibmas dan Babinsa. Setelah itu dikeluarkan lagi maklumat kapolda yang intinya agar para penambang segera meninggalkan area pertambangan ilegal itu hingga batas waktu yang telah ditentukan.

“Sampai pada hari H pelaksanaan penertiban,saya bersyukur ternyata para penambang sudah tidak ada lagi. Olehnya, saya sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat, karena sudah patuh hukum,” ujarnya.

Kapolda mengatakan, setelah tahapan pengosongan area tambang illegal itu dijalankan, maka jika masih ada penambang yang coba-coba melakukan aktivitas pertambangan di area itu,maka pihaknya tidak segan-segan akan memberikan tindakan tegas kepada penambang,sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Lokasi Tambang Dong - Dongi yang sudah terlihat kosong saat dilakukan penertiban, Kamis 1/9/2016). FOTO : AMAR/MS
Lokasi Tambang Dong – Dongi yang sudah terlihat kosong saat dilakukan penertiban, Kamis 1/9/2016). FOTO : AMAR/MS

Ditanya soal anggaran pengamanan, Kapolda mengungkapkan, bahwa pihaknya mendapat bantuan dari pemerintah daerah, walaupun anggarannya belum dicairkan, namun pihaknya tetap melaksanakan penertiban dengan menggunakan anggaran yang ada. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi semakin luasnya area pertambangan yang dikelola oleh orang tidak bertanggungjawab itu.

Mengenai adanya klaim-klaim lahan oleh warga di area pertambangan, kapolda bersama gubernur dan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu berjanji menyelesaikan hal itu dan akan dikoordinasikan langsung dengan kementrian kehutanan.

Sebelumnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, selain menempatkan pos-pos untuk mengawasi para penambang agar tidak kembali beraktivitas, pihaknya juga bersama stake holder terkait, akan melakukan pengerukan atau penutupan lubang-lubang tambang yang telah digali dengan menggunakan alat berat, dan juga akan melakukan penghijaun atau penanaman kembali di area bekas tembang illegal tersebut.

Seperti diketahui, pasca penertiban pada akhir Maret 2016 lalu, para penambang emas illegal di Dongi-dongi, kembali melakukan aktivitas pada Agustus 2016, bahkan informasi yang dihimpun, bukan hanya penambang dari Gorontalo, Manado, dan Sulbar yang melakukan aktivitas penambangan illegal itu, namun sudah ada penambang dari tasikmalaya, yang sengaja dimobiliasi untuk melakukan penambangan di area konservasi itu.

Pantauan media, ini, sejak Kamis pagi hingga sore hari, ratusan aparat yang tergabung dari, Brimob, Sabhara, TNI, Satpol PP, dan Polisi Kehutanan memenuhi area pertambangan Dongi-dongi. Selain itu satu buah alat berat juga terlihat berada disekitar lokasi pertambangan.

Sementara, pantauan di lokasi area pertambangan, terlihat lengang dan tidak ada aktivitas dari para penambang, hanya beberapa anggota dari Polisi Kehutanan, TNI dan Polri yang terlihat mengambil dokumentasi dan meninjau lubang-lubang penambangan. AMR 

Amar Sakti

View all posts