TANAMODINDI, MERCUSUAR – Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai dirasakan sebagian warga Kota Palu. Bukan saja langka, harga gas elpiji bahkan sudah mulai naik. Menyikapi hal ini, Sekretaris Kota Palu, Dharma Gunawan meminta para pengusaha menengah untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg, melainkan yang berukuran 12 kg.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak memperparah terjadinya kelangkaan gas elpiji  mengingat penggunaan gas bagi para pengusaha akan lebih besar dari rumah tangga. Dharma pun menganjurkan pelaku usaha warung makan yang sudah beromset besar untuk menggunakan gas elpiji ukuran 12 kg.

“Pengusaha menengah seharusnya tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kilogram karena itu memang hanya diperuntukkan bagi rumah tangga. Kelangkaan terjadi kemungkinan juga karena pengguna gas elpiji ukuran 3 kilogram justru didominasi oleh para pengusaha,” ujarnya.

Dharma mengungkapkan, tingginya penggunaan gas elpiji 3 kg membuktikan kesuksesan program pemerintah, yaitu konversi minyak tanah ke gas. Namun program tersebut diharapkan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pantauan Mercusuar, sejak beberapa hari terakhir kelangkaan gas elpiji 3 kg di kota Palu mulai dirasakan warga. Senin (20/8/2016) kemarin, gas elpiji ukuran 3 kg hampir tidak bisa lagi didapat. Seperti yang terjadi di wilayah Palu Barat, dimana warga sekitar sangat kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran tersebut.

Beberapa warga terpaksa mendatangi SPBU di Jalan Diponegoro hanya untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg, namun sebagian tidak mendapatkan karena stok di Pertamina juga telah habis. TIN

Komentar

komentar

Kartini Nainggolan

Lihat semua tulisan