TOLITOLI, MERCUSUAR – Satuan Res Narkoba Polres Tolitoli berhasil mengamankan salah seorang pengedar narkoba terbesar di Kabupaten Tolitoli pada Selasa (17/5/2016). Dari tangan pelaku diamankan barang bukti jenis sabu sekira 50 gram.

 

Kapolres Tolitoli AKBP Crist Reinhard Pusung SIK, Kamis (19/5/2016) di ruang Rupatama Polres Tolitoli  menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar yang diketahui bernama Suhendar alias Endar alias Iwan (31), warga Desa Dungingis Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli itu, sebelumnya dilakukan penyelidikan oleh Sat Res Narkoba Polres Tolitoli. Selanjutnya pada Selasa (17/5/2016) sekira pukul 14.00 Wita, sat Res Narkoba menggerebek salah satu rumah di Jalan Elang Kelurahan Tuweley dan berhasil menangkap pelaku Suhendar alias Endar alias Iwan. Dari tangan tersangka ditemukan dua paket narkotika jenis sabu seberat 19,43 gram.

 

“Setelah tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres Tolitoli, Sat Res Narkoba melanjutkan penyelidikan,” kata Kapolres dihadapan sejumlah wartawan di ruang Rupatama Polres Tolitoli, Kamis (19/5/2016).

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Sat Narkoba melakukan penyelidikan dan menggeledah tempat menginap tersangka di salah satu penginapan Perumahan Seribu di Jalan Rahman Said, Kelurahan Baru Kecamatan Baolan. Dari pengeledahan tersebut, Sat Res Narkoba yang dipimpin langsung  Kasat Narkoba Polres Tolitoli, Iptu George Oley itu, menemukan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat sekira 28,63 gram, satu unit timbangan digital, satu buah gunting, satu buah potongan plastik warna abu-abu, lima plastik bening, satu plastik dalam keadaan terpotong.

“Dari hasil penangkapan terhadap tersangka, maka barang bukti jenis sabu yang berhasil diamankan sebanyak hampir 50 gram,” jelas Kapolres.

Saat ini tersangka Suhendar alias Endar alias Iwan bersama barang bukti diamankan di Polres Tolitoli guna penyelidikan lebih lanjut. Untuk sementara tersangka dijerat pasal 122 ayat 2 udang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pasal tersebut mencantumkan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman yang lebih dari 5 gram, maka  diancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp800 miliar ditambah sepertiga.

Kapolres menambahkan, hingga saat ini Polres Tolitoli sedang menangani delapan kasus narkotika termasuk kasus dengan tersangka Suhendar alias Endar alias Iwan tersebut. Sementara tujuh kasus lainnya dengan tersangka masing-masing bernama, Anisa Hamid Alias Nisa yang ditangkap di Jalan Usman Binol Kompleks Terminal Bumi Harapan Kelurahan Baru, dari tangan Anisa alias Nisa diamankan barang bukti obat THD sebanyak 1.840 butir. Sementara Sudirman alias Upe diamankan bersama barang bukti satu sachet jenis sabu di Jalan Sultan Hasanudin Kelurahan Baru, Munawir alias Pulo diamankan di Jalan Lumba-lumba kompleks Pelabuhan Dedek Kelurahan Sidorajo Tolitoli dengan barang bukti yang diamankan satu shacet jenis sabu, Alimin alias Imin cs diamankan di Jalan Nusa Indah belakang Pasar Bumi Harapan Kelurahan Baru. Dari tangan tersangka  Alimin cs diamankan lima shacet jenis sabu. Kemudian Nasrul Amirullah alias Ulung cs diamankan bersama barang bukti tiga shacet jenis sabu di Desa Malala Kecamatan Dondo, Herisdianto alias Heri diamankan bersama barang bukti satu shacet jenis sabu di Jalan Ahmad Yani lorong Salamae Kelurahan Baru dan Moh Andarias Maddo alias Toni diamankan di lorong Kartini Kelurahan Panasakan dengan barang bukti satu shacet jenis sabu.

Ketujuh tersangka itu dijerat dengan pasal berbeda, yakni Anisa alias Nisa dijerat pasal 197 nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sementara enam tersangka lainnya, Sudirman alias Upe, Munawir alias Polu, Alimin alias Imin cs, Nasrul Amirullah alias Ulung, Herisdianto alias Heri dan Moh Andarias Maddo alias Toni dijerat dengan pasal 112 ayat 1 nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain Suhendar alias Endar alias Iwan tersangka pengedar terbesar di Tolitoli, ketujuh tersangka lainnya itu diamankan bersama barang bukti di Polres Tolitoli.

Kapolres mengaku akan terus mengembangkan penyelidikan delapan kasus narkotika itu dan akan menindak siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Bahkan ketika ada oknum petugas yang terlibat dalam kasus narkotika ini, saya akan tindak,” tegas Kapolres. RT