SIGI, MERCUSUAR – Selama tahun 2017, sebanyak 110 kasus kejahatan yang tejadi di wilayah kerja Kepolisian Sektor (Polsek) Palolo. Dari jumlah tersebut, 50 kasus sudah selesai, 3 kasus dalam penyidikan, dan 57 kasus masih penyelidikan.

Demikian dikatakan Kapolsek Palolo AKP Amos W Tarro kepada wartawan, Senin (8/1/2018).  Dari kasus tersebut, yang paling banyak terjadi adalah adalah kasus tekait penganiayaan sebanyak 32 kasus, menyusul kasus pencurian sebanyak 28 kasus di urutan kedua, kemudian KDRT sebanyak sepuluh serta pengancaman  dan pengeroyokan masing-masing tujuh kasus.

Kasus lainnya yakni pengrusakan, penyerobotan lahan, pencemaran nama baik, dan membawa lari anak orang masing-masing tiga kasus.

Lalu ada pencabulan, perzinahan dan kebakaran rumah masing-masing dua kasus.

Penemuan mayat  dan gantung diri masing-masing satu kasus. Lalu laporan penggelapan sebanyak lima kasus.

“Dalam penanganan kasus di Polsek Palolo  ditangani oleh Kanit Reskrim bersama anggota yakni BRIPKA Safari SH (Kanit), BRIPDA Mukmin dan BRIPDA Dadam Elfrado (anggota),”jelas Kapolsek Palolo.

Kata dia, untuk proses penangkapan tersangka dilakukan melalui kerjasama tim, yakni Kanit Reskrim, Intelkam, Sabhara dan Babhinkamtibmas yang ada di wilayah tugasnya masing-masing.

“Wilayah tugas Polsek Palolo meliputi Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki.  Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja Polsek Palolo agar menjaga keamanan dan ketertiban, demi kenyamanan kita bersama,” tambahnya. AJI

Resti Ananda Putri

View all posts