PALU, MERCUSUAR –Kepada anda para calon pendamping desa, manfaatkan waktu yang tidak terlalu lama ini untuk belajar dan mengasah diri dengan sebaik-baiknya. Bagi yang telah memiliki pengalaman, tunjukkan kepada rekan anda tentang pengalaman anda dengan cara yang baik.

Demikian sambutan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjojo yang dibacakan oleh Staf khusus  Menteri Desa PDT dan Transmigrasi HR Triwibowo Timumun, Minggu (13/11/2016).

Katanya, kepada anda yang masih baru jangan malu bertanya dan menimba pengalaman dan pengetahuan, persiapkan diri anda sekalian untuk menjadi bagian integral dari denyut nadi kehidupan masyarakat desa.

“Anda harus ingat bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, tugas anda sungguh tidak ringan. Ingat bahwa andalah ujung tombak kehadiran negara dalam membimbing dan mendampingi masyarakat desa,” jelasnya.

Kata dia, kepada para pelatih, bimbing dan angkatlah pengetahuan dan pengalaman tentang pembangunan dan pemberdayaan yang sudah dimiliki para calon pendamping desa.

Calon pendamping desa mereka bukan gelas kosong, oleh karena itu arahkan mereka untuk menguasai peraturan perundangan tentang desa, pembangunan dan pemberdayaan. Dorong para pendamping desa untuk memiliki etos dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sulteng Ir Maya Malania Noor MT mengatakan, pendampingan adalah, membantu masyarakat baik individu maupun kelompok untuk menemukan kemampuan yang ada pada diri mereka dan memungkinkan mereka agar mendapatkan kecakapan untuk mengembangkan kemampuan itu hingga mencapai pemenuhan.

Pendampingan dilakukan demi untuk kepentingan pihak yang didampingi bukan kepentingan orang yang mendampingi atau mencari keuntungan demi keuntungan sendiri.

Menurutnya, pendamping desa juga bertugas mendorong pengawasan dan pemantauan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan desa yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat desa.

“Pengawasan secara kelembagaan menjadi tugas utama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan partisipatif menjadi hak dan kewajiban masyarakat desa,” jelasnya.

Oleh karena itu, mendorong penguatan fungsi BPD pendamping desa bahkan dituntut untuk melakukan penyadaran kepada masyarakat desa akan hak dan kewajibannaya sebagai warga desa.

Pendamping desa agar mengenal dan lebih dekat kondisi sosial budaya masyarakat ditempat saudara bertugas, terutama kenalilah tipe kepemimpinan kepala desa. Karena secara umum kepemimpinan kepala desa dibagi menjadi tiga pertama kepemimpinan regresif, kepemimpinan konservatif dan kepemimpinan inovatif.

Kasubdit pengembangan kapasitas masyarakat Desa Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Moh Fahri Labalado S,STP, M,Si selaku ketua panitia mengatakan peserta pelatihan pratugas pendambing desa Sulteng berjumlah 265 orang.  Kegiatan ini dilaksanakan selama 11 hari kedepan yakni mulai 13 hingga 25 November 2016.AJI

Harian Mercusuar

View all posts