PALU, MERCUSUAR– Dinas Pelayanan Pajak Provinsi Sulawesi Tengah  menyatakan pemberlakuan  pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) pada tahun ini efektif meningkatkan pemasukan daerah.

“Kami melihat adanya peningkatan pemasukan daerah secara efektif,” kata  Kepala Dinas Pendapatan  Daerah (Dispenda) Sulteng, Abd Wahab Harmain,  Selasa (21/6/2016).
Menurutnya,  perolehan denda dari jenis pajak kendaraan bermotor (PKB)  hingga Mei 2016 telah mencapai Rp 12,645 Miliar.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.  Hal itu juga bisa dilihat dari meningkatnya objek pajak mencapai 2.723 kendaraan untuk data April 2016, dibanding bulan yang sama 2015 hanya 2.343 kendaraan. Begitu halnya data di bulan Mei 2015, tercatat objek pajak  masih  2.276 kendaraan,  setelah pemberlakukan pemutihan pajak bulan yang sama meningkat menjadi 3. 415 kendaraan.

Peningkatan itu karena dilakukannya pemutihan pajak melalui kebijakan Gubernur dibarengi dengan Peraturan Gubernur Sulteng Nomor 14 Tahun 2016 tertanggal 12 April 2016 dan diperpanjang lagi selama sebulan.

Pemutihan pajak tersebut katanya,  dilakukan Pemerintah Provinsi Sulteng bagi ribuan penunggak pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat sebagai kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 provinsi itu lalu.

Abd Wahab
Abd Wahab

“  Kita masih akan rapatkan lagi untuk program selanjutnya. Apakah mau dilanjutkan atau ada kebijakan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola berharap dengan kebijakan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, karena Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merupakan sumber pendapatan daerah yang besar dan memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan di Sulteng.

“Tujuan utama kita adalah meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak. Meskipun kebijakan ini membuat tidak terealisasinya sebagian potensi penerimaan, namun bila seluruh pemilik kendaraan patuh membayar pajak tepat waktu, maka secara total, penerimaan PKB dan BBNKB bisa ditingkatkan,” papar Longki. SAH

Komentar

komentar

Babuljanna Srihafsa

Lihat semua tulisan