TANAMODINDI, MERCUSUAR – Mulai tahun 2017, Pemkot Palu menghentikan pemberian dana hibah ke kampus Politeknik Palu.  Pemkot beralasan sistem pengelolaan kampus politeknik akan diambilalih oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

“Pihak direktur kampus Politeknik saat ini telah melakukan proses-proses persiapan dengan pihak Dikti, salah satunya yakni dukungan penyediaan lahan untuk kepentingan kampus. Nah, itu menjadi dasar pihak Dikti mengambilalih pengelolaan kampus tersebut,”  kata  pelaksana tugas Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Dharma Gunawan Mochtar.

Diketahui, pada tahun 2015, Pemkot Palu menggelontorkan dana hibah ke kampus Politeknik Palu sebesar Rp2 miliar. Dharma mengatakan bantuan hibah terhadap kampus di bawah naungan Yayasan Nosarara Nosabatutu  ini  tidak masuk dalam temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sulteng.  Pasalnya, hibah yang diberikan Pemkot itu bertujuan demi keberlanjutan pendidikan  sehingga BPK Sulteng menganggap hal tersebut wajar.

Hal itu dibuktikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemkot Palu Tahun 2015 oleh BPK Sulteng. Di mana BPK memberikan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkot Palu beberapa waktu lalu.

“BPK Sulteng tidak memasukan Yayasan Nosarara Nosabatutu sebagai temuan, karena dana hibah yang digelontorkan Pemkot untuk kampus Politeknik menurut BPK itu adalah dalam konteks keberlanjutan pendidikan,” kata Dharma Gunawan.  ABS