SIGI, MERCUSUAR – Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Dolo Barat, Kaifar mengaku sedang berupaya memproses rencana pembangunan sekolah satu atap (Satap) di Dusun Ngata Palu, Desa Kalukutinggu, Kecamatan Dolo Barat.

Ia mengatakan sampai saat ini rencana pembangunan itu masih terkendala oleh persoalan status lahan, di mana dusun tersebut ternyata juga diklaim merupakan wilayah Desa Balumpewa.

“Jadi, perlu kami luruskan bahwa Ngata Papu secara administrasi merupakan wilayah Desa Kalukutinggu. Batas desanya jelas dan tercatat. Namun sampai sekarang belum tuntas soal pengakuan wilayah oleh pihak Desa Balumpewa. Kami tidak ingin masalah ini melebar, olehnya kami berharap masyarakat dapat memahami soal kendala ini dan menyikapinya dengan bijak,” ungkap Kaifar, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya, sekolah tidak bisa dibangun jika status lahan yang digunakan belum jelas. Sehingga pengusulan anggaran pembangunan akan dilakukan setelah persoalan itu tuntas.

“Saya bisa aja menyampaikan usulan itu tanpa memperhatikan masalah status lahan, tapi saya tidak berani. Saya tidak ingin memaksakan sekolah segera dibangun dengan kondisi seperti ini, karena khawatirnya nanti di belakang hari bisa jadi masalah yang lebih besar,” sambungnya.

Olehnya, Kaifar mengimbau kepada masyarakat maupun pemerintah desa untuk dapat memahami persoalan ini serta turut andil dalam mempercepat penyelesaian masalah status lahan. “Kalau masih belum ada titik temu ya konsekuensinya akan semakin lama sekolah itu diusulkan dan dibangun. Jadi, mohon pengertian masyarakat,” tutupnya. BAH

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos