BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Berdasarkan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Sulteng 2017, baru sekitar 7,2 persen siswa di Sulteng memahami HIV/AIDS. Mengingat masih rendahnya pemahaman siswa terhadap penyakit mematikan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng akan menggandeng  Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulteng pada Masa Orientasi Siswa (MOS) Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2018.  KPAP Sulteng akan dilibatkan sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS kepada   siswa baru.

Sementara berdasarkan data KPAP Sulteng  penderita HIV/AIDS di provinsi ini terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2002 hingga 2017 terjadi 258 kasus AIDS, dan yang terinfeksi HIV sebanyak 610 orang. Dari jumlah itu, penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 94 orang. Terakhir di tahun 2017 sebanyak 3 orang meninggal akibat menderita HIV/AIDS. Dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, Kota Palu adalah penyumbang terbesar HIV/AIDS.

“Penting kita libatkan KPAP Sulteng dalam memberikan materi dan pemahaman kepada peserta didik baru tentang  HIV/AIDS itu, karena ini sangat membahayakan. Jumlahnya (penderita) makin meningkat dari tahun ke tahun,” kata  Irwan Lahace, Kamis (1/2/2018).

Sementara itu, Sekretaris KPAP Sulteng dr Muslimah menuturkan, jika penderita HIV/AIDS di Sulteng saat ini bukan hanya diderita oleh kalangan dewasa, melainkan juga banyak diderita oleh anak usia 15 hingga 24 tahun.  Data KPAP Sulteng, pada usia 15-19 tahun terdapat 5 orang terindikasi HIV, sementara yang terinfeksi AIDS sebanyak  1 orang. Usia ini adalah usia pelajar dan produktif sehingga penting untuk dilakukan pencegahan sedini mungkin.

Pintu penularan HIV dapat melalui hubungan seksual, baik heteroseksual maupun homoseksual. Penularan lain lewat jarum suntik. Dengan pergaulan remaja saat ini yang terkadang melewati batas, sangat rentan dengan penularan virus ini. UTM

Harian Mercusuar

View all posts