PALU, MERCUSUAR – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meresmikan Galeri Investasi (GI) di kampus  Universitas Tadulako, Palu, Jumat (10/11) nanti. BEI menggandeng salah satu perusahaan anggota bursa, Philip Securities Indonesia, untuk pengoperasian galeri bursa di kampus ini.

Demikian undangan yang diterima Komunitas Jurnalis Pasar Modal Palu, kemarin. Kepala BEI Makassar, Fahmin membenarkan rencana peluncuran GI di Untad itu. Menurutnya, ini GI yang pertama di Sulawesi Tengah.

Galeri Investasi  di kampus, merupakan sarana praktik bagi para mahasiswa dan akademisi untuk mendalami pengetahuan tentang dunia keuangan dan pasar modal.

Karena ini yang pertama di Sulteng, dipastikan masyarakat di daerah ini masih jauh dari kultur ini. Memang, tantangan berat Indonesia saat ini mendorong financial justice, untuk mewujudkan financialization yang baik.

Makanya, ini menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi para mahasiswa, the future of Indonesia.

GI di Untad melibatkan kerja sama tiga institusi yakni BEI, Untad, dan salah satu perusahaan sekuritas, Philip Securities Indonesia.

Pada peluncuran itu juga akan diisi dengan seminar nasional inklusi keuangan pasar modal.

Manfaat lainnya GI merupakan sarana bukan hanya untuk pengenalan mahasiswa akan dunia pasar modal tapi juga wadah bagi akademisi dan mahasiswa untuk mengadakan kajian terkait dengan perusahaan publik.

Misalnya, bagaimana sebuah keputusan marketing di perusahaan mempengaruhi pergerakan harga saham.

Mahasiswa Pemilik Saham

Investasi adalah suatu kegiatan mengumpulkan aset/aktiva dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa yang akan datang. Contohnya seorang mahasiswa Untad menyisihkan uang sakunya untuk membeli saham perusahaan A yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 1 lot (100 lembar) pada harga Rp 10.000 hari ini. Uang yang diinvestasikan sebesar Rp 1.000.000. Mahasiswa ini adalah salah satu pemilik perusahaan A dan berhak untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan tersebut.

Setelah 3 tahun, mahasiswa ini menjual seluruh sahamnya dengan harga Rp 15.000 per lembar saham. Artinya, keuntungan yang didapat adalah sebesar Rp 500.000 ditambah dengan deviden apabila perusahaan tersebut membagikannya.

Investor perlu menentukan tujuan investasi dan jangka waktu investasi sebelum berinvestasi saham. Misalnya, tujuan investasi ingin memiliki kendaraan dalam 5 tahun. Perlu diingat bahwa saham adalah aset yang memiliki tingkat risiko tinggi namun tingkat keuntungan juga tinggi.

Harga saham naik turun walaupun untuk saham-saham tertentu tren jangka panjangnya adalah tren naik.

Meminimalkan risiko dapat dilakukan dengan membuat suatu portofolio yang berisi saham-saham di sektor berbeda dan saham-saham dengan kinerja keuangan yang baik. Sebelum berinvestasi saham hendaknya calon investor mempelajari bagaimana menentukan saham dengan fundamental yang baik.

Ini sesuai dengan prinsip “Teliti sebelum membeli”. Sama seperti ketika kita ingin membeli barang di supermarket, paling tidak kita membandingkan harga dan kualitas barang tersebut.

Setelah mengetahui saham yang akan dibeli, investor dapat menentukan saat yang ia rasa tepat untuk berinvestasi saham dengan bantuan analisa teknikal. Semua ini dapat dipelajari di Galeri Investasi Universitas Tadulako nantinya. Pengelolalanya akan membantu pengunjung yang ingin belajar tentang investasi saham.MAN

Harian Mercusuar

View all posts