SIGI, MERCUSUAR – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sigi memusnahkan naskah soal tes tertulis di areal Wisma Koromah, Rabu (11/10/2017). Pemusnahan dengan cara dibakar itu dilakukan pasca tes tersebut selesai dilaksanakan di hari yang sama kemarin. Ketua Panwaslu Sigi, Steny Mariny Pettalolo menyatakan pemusnahan soal itu sudah merupakan instruksi pusat, sehingga wajib dilaksanakan. “Setelah selesai tes tertulis, soalnya memang harus dimusnahkan. Ini sudah merupakan ketentuan,” ujar Steny. Ia tidak menjelaskan detail alasan pemusnahan tersebut, namun salah satu faktornya adalah guna menghindari indikasi kecurangan. Lanjutnya, tahapan pasca tes tertulis yakni Kelompok Kerja (Pokja) Seleksi Panwascam pada Panwaslu Sigi langsung memeriksa hasil jawaban para peserta tes. Dimana Panwaslu bakal menentukan setidaknya enam orang calon panwascam untuk setiap kecamatan guna diseleksi kembali pada fit and proper test, salah satunya melalui tes wawancara. “Pengumuman tes tertulis kami lakukan besok (hari ini .red) dan kemudian kami laksanakan tahapan berikutnya. Kami persilahkan para peserta melihat pengumumannya besok (hari ini .red),” kata Steny. Ia menyatakan panwascam yang terpilih nanti bakal dipastikan tidak terikat dengan partai politik (parpol) tertentu, bersedia bekerja penuh waktu, punya integritas dan pengalaman di bidang kepemiluan. “Jadi kami cantumkan pula syarat bahwa panwascam terpilih nanti diprioritaskan yang telah mempunyai pengalaman di penyelenggaraan maupun pengawasan pemilu. Entah sebagai PPK, panwascam sebelumnya atau PPS di tingkat desa,” sambung Ketua Pokja, Sofyan. Sementara Komisioner Panwaslu, Agus Salim pun berharap panwascam yang terpilih nanti bisa terus solid serta mengawal pemilu secara profesional  dan berintegritas. BAH

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos