BIROBULI UTARA, MERCUSUAR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kota Palu memprediksi bahwa Sulteng khususnya Kota Palu masih akan diguyur hujan hingga beberapa hari kedepan.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG, Warjono, Senin (20/6/2016). Menurutnya, umumnya pada periode ASEP (April-September) adalah musim kemarau. Namun kata dia, tahun ini masih banyak terjadi hujan akibat adanya anomali atau sesuatu yang tidak biasanya yang mempengaruhi perubahan musim.

Lanjut dia, anomali tersebut mengakibatkan perubahan pada musim karena adanya suhu muka laut (SST) pada perairan Indonesia. Selain itu kata dia, hal lain yang mempengaruhi hujan yakni adanya Madden Julian Oscilation (MJO) atau merupakan pergerakan masa uap air yang posisi awalnya berada di Indonesia dari barat bergerak menuju Indonesia bagian timur sejak 18 hingga 20 Juni.

Disamping kedua faktor tersebut jelas dia, faktor lain yang menyebabkan perubahan musim karena adanya indikasi datangnya La Nina, yang tidak hanya terjadi di Sulteng namun di seluruh wilayah Indonesia.

“Ketiga faktor ini menyebabkan awan hujan di wilayah barat Indonesia bergeser ke arah tengah dan terus berlanjut hingga ke timur Indonesia. Sehingga menyebabkan hujan,” jelas Warjono.

Selain itu, lanjut Warjono, faktor lain yang menyebabkan curah hujan di Sulteng khususnya Kota Palu yakni adanya Eddy, yang merupakan putaran angin di wilayah Sulteng.

“Bukan hanya di Palu namun hampir di seluruh Sulawesi terjadi hujan yang intensitasnya dari sedang hingga deras,” terangnya.

Menurutnya, MJO kini bergerak ke arah timur Sulawesi dan mulai terbentuk diatas wilayah Banggai Laut dan Kepulauan Tojo Unauna, Morowali hingga Poso dan Parigi. Akibatnya pada wilayah tersebut akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras.

Dengan kondisi tersebut, tambah Warjono, jadwal penerbangan sejumlah maskapai menuju Palu juga akan terjadi gangguan. Namun kondisi ini tidak akan mempengaruhi jadwal penerbangan. WKL