PALU, MERCUSUAR – Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sulawesi Tengah menjamin armada angkutan Lebaran 2017 di daerah itu cukup memadai sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kita punya armada yang layak beroperasi, saat ini jumlah kendaraannya cukup banyak dan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik lebaran menggunakan jalur darat,” kata Ketua DPD Organda Sulteng H Ramlan di Palu, Jumat.

Ia mengatakan sesuai data yang ada, jumlah bus dan minibus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Sulteng tercatat sebanyak 150-an unit.

Berikutnya jumlah bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang masih beroperasi hingga kini sebanyak 90-an unit.

Menurut dia, dengan perkiraan jumlah penumpang yang ada saat ini, meski akan terjadi peningkatan saat arus mudik dan balik Lebaran 2017, kebutuhan masyarakat masih dapat diimbangi.

Bahkan, kata dia, dengan minat penumpang menggunakan jasa transportasi darat yang semakin berkurang karena semakin banyaknya jasa rental, semakin menyulitkan dan merugikan pemilik perusahaan otobis (PO) AKDP dan AKAP.

“Terus terang rental gelap yang beroperasi saat ini semakin banyak dan sangat memukul kalangan PO AKAP/AKDP di Provinsi Sulteng sehingga butuh perhatian pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan selaku instansi berwenang untuk melakukan langkah penertiban,” kata dia.

Sekitar 70-an persen, kata Ramlan yang baru seminggu menjabat Ketua DPD Organda Sulteng itu, mereka menguasai moda transportasi darat di Provinsi Sulteng.

Menurut dia, kondisi itulah yang membuat para pemilik PO AKDP dan AKAP di Sulteng terus menurun pendapatannya.

Ia menyebutkan sebagian masyarakat akan memilih naik rental, meski tarifnya lebih tinggi dari AKAP/AKDP, tetapi dari segi waktu akan lebih cepat tiba dan nyaman dalam perjalanan.

Sementara bus AKAP/AKDP harus berangkat dari terminal sesuai jadwal/waktu yang ditentukan. Sementara jika naik rental bisa berangkat langsung dari rumah menuju tempat tujuan.

Mengenai kesiapan angkutan Lebaran 2017, Ramlah menegaskan kembali bahwa Organda Sulteng menjamin armada yang ada cukup memadai.

Biasanya, kata dia, arus mudik lebaran baru mulai mengalir pada H-7 (tujuh hari menjelang hari raya Idul Fitri) dan puncak kepadatan arus mudik pada H-3 lebaran.

Ia menyebutkan ada dua terminal AKAP/AKDP di Palu yakni Terminal Mamboro Palu terletak di Kecamatan Palu Utara yang telah bertipe A dan Terminal Tipo yang terletak di Kecamatan Ulujadi masih bertipe B.

Namun ia menilai kedua terminal belum didukung dengan fasilitas yang sesuai dengan status dari terminal itu.

Harian Mercusuar

View all posts