DONGGALA, MERCUSUAR – Aparat desa di Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, mendesak aparat hukum untuk menjerat pelaku pemerkosaan anak di bawah umur, bernama Sore Nitujama (45) yang bekerja sebagai pengawas sekolah di wilayah tersebut.

Pasalnya, kasus pemerkosaan kepada anak bernama Ica (14) yang masih cucu tidak langsung tersangka, tidak diproses dan hanya akan dinikahkan secara adat oleh pemangku adat setempat. Ironisnya, kejadian ini bukan yang pertama dilakukan Sore, namun yang kesekian kalinya dari tahun 2011, namun berakhir damai karena kedua korban dinikahinya, sebagai bentuk pertanggung jawabnya dan istrinya tersebut, saat ini juga masih berstatus sebagai muridnya sendiri.

Untuk itu Kepala Desa Dangara’a, Komu, menolak menandatangi berita acara kesepakatan pernikahan adat, sebab menurut dia, hal itu melanggar hukum karena Ica masih berusia di bawah umur, sehingga tidak dapat diterima begitu saja, apalagi ini bukan yang pertama bagi Sore.

Maka sebagai bentuk keprihatinannya, bersama warga Desa Dangara’a dan desa-desa sekitar, sejak Minggu (28/1/2018), melalui pengumuman di Gereja, mereka menghimbau agar tidak ada anak-anak yang dibiakan pergi bersekolah hingga saat ini, baik di SMPN 1 Pinembani yang merupakan sekolah Ica, hingga SMK Pinembani.

Ditambahkan Nius selaku Garda Tipikor Donggala, kasus ini sudah sering dilaporkan ke Dinas Pendidikan Donggala hingga ke Bupati Donggala, namun belum mendapat respon. Kata dia, tindakan pelaku sangat meresahkan, sebab pelaku adalah ASN yang bertugas sebagai pengawas guru-guru di Kecamatan Pinembani, sehingga bila dibiarkan, tindakan pelaku akan terus berulang-ulang sebab ada pembiaran dengan korban yang lainnya.

“Maka kami selaku komunitas pemerhati korban pencabulan siswi SMPN 1 Pinembani bernama Icha, pada akhir Desember 2017 lalu, meminta polres Donggala untuk memproses hukum pelaku, sehingga menimbulkan efek jera. Sementara pihak Komisi Perlindungan Anak Sulteng diminta untuk mengadvokasi dan memberikan perlindungan terhadap korban,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Donggala yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, akan menyampaikan laporan ini ke Kepala Dinas Pendidikan Donggala terlebih dahulu.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulteng, Norma Mardjanu mengatakan, kasus Ica bukan lagi persoalan adat, sebab anak yang masih berusia di bawah umur, tidak dapat dinikahkan secara sepihak, namun harus masuk ke ranah hukum. Untuk itu, dalam waktu dekat, dirinya akan turun langsung melihat kondisi korban, untuk mengetahui langkah apa yang bisa diambil. ABS

 

Harian Mercusuar

View all posts