DONGGALA, MERCUSUAR – Sejumlah daerah di Indonesia yang mengikuti Pemilihan Kepala-Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, pada Oktober 2017 ini sudah mulai melakukan deklarasi pasangan bakal calon (balon) yang diusung dari jalur partai politik (parpol) maupun perseorangan.

Namun di Kabupaten Donggala, baru satu pasangan dari jalur perseorangan yang hampir pasti memproklamirkan diri sebagai pasangan balon bupati -wakil bupati. Sementara dari jalur parpol belum terlihat keseriusan berkoalisi.

Jika melihat jadwal Pilkada Donggala terkait dengan pendaftaran pasangan calon, dimulai pada tahap penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan tanggal 25–29 November 2017 dan Pendaftaran pasangan calon tanggal 8–10 Januari 2018.

Merujuk pada tahapan tersebut, maka hampir dipastikan deklarasi dari jalur parpol akan terjadi setelah penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan.  Hal ini disebabkan oleh Kasman Lassa yang siap maju dari jalur parpol namun bisa juga dari jalur perseorangan.

Sekretaris PPP Sulteng, Namrud Mado dihubungi per telepon, Senin (23/10/2017) mengatakan bahwa untuk deklarasi koalisi parpol pengusung balon bupati akan dilakukan pada akhir Nopember 2017.

Hal ini untuk melihat balon bupati yang mendaftar dari jalur perseorangan (independen).

“Mau lihat calon independen dulu. Kalau ada calon bupat yang kita gadang tapi ternyata masuk independen maka kita akan putar balik,” ujarnya.

Apakah yang dimaksud calon independen itu adalah Kasaman Lassa?

“Saya no coment soal itu,” jawabnya singkat.

Sementara Sekretaris Nasdem Kabupaten Donggala, Sahlan LT dihubungi hari yang sama mengaku bahwa rencana koalisi pada awal Nopember, karena masih menunggu rekomendasi dari parpol lain yang mengusung Kasman Lassa bersama Nasdem.

“Kita juga menunggu rekomendasi dari masing-masing parpol pengusung. Karena rekomendasi belum didapatkan. Kalau dari Nasdem rekomendasi untuk Kasman Lassa sudah ada sejak dulu,” ujarnya.

Informasi lain dari Ketua Demokrat Donggala, Aripudin Hatba juga masih menunggu rekomendasi dari DPP Demokrat. Demikian pula dari Sekretaris Golkar Donggala, Sapri Laupa belum bisa memastikan kapan Golkar menetapkan bolon bupati yang diusung.  HID

Harian Mercusuar

View all posts