TALISE, MERCUSUAR– Belasan murid sekolah dasar (SD), dua diantaranya adalah perempuan kedapatan sedang asyik menikmati rokok elektrik atau biasa disebut vapor, namun vapor yang diisap para murid tersebut bukanlah vapor seperti pada umumnya yang beredar di masyarakat, melainkan vapor rakitan.

 

Ke 12 murid SD itu kedapatan mengisap vapor di belakang salah satu sekolah dasar di wilayah Tatura Selatan. Mereka tertangkap tangan oleh kepala sekolah tersebut, secara bergantian sedang menikmati vapor rakitan tersebut.

 

Kemudian kepala sekolah tersebut mengamankan dan memberi pembinaan kepada belasan murid itu, lalu melaporkan hal itu ke pihak BNN Kota Palu, untuk ditindaklanjuti dan memeriksa vapor rakitan itu.

 

Staf Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sulteng, Awaluddin, Kamis (25/1/2018) mengatakan, bahwa usai menerim laporan, dirinya langsung menjemput barang bukti ke sekolah tersebut.

 

“Barang bukti yang kita temukan berupa vapor rakitan yang terbuat dari fiting  lampu, kemudian diteteskan cairan (liquid) rasa buah yang mereka beli di toko di seputar bundaran Palupi seharga Rp20 ribu, yang dituangkan di kapas kemudian dibakar menggunakan korek api gas,” kata Awaluddin.

 

Dia mengatakan, meskipun cairan pada vapor rakitan yang mereka isap itu tidak mengandung zat narkotika, namun merokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan, apalagi mereka ini adalah anak-anak. Bukan hanya murid SD di Tatura yang kedapatan mengisap vapor, namun sebelumnya juga sejumlah murid SD di Birobuli Selatan juga kedapan melakukan hal yang sama.

 

“Mengantisipasi hal ini, kita telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan imbauan agar tiap-tiap sekolah, khususnya tingkat SD lebih memperketat pengawasan terhadap murid-muridnya, serta memberikan pembinaan kepada sejumlah murid yang kedapatan menghisap vapor rakitan. ABS

 

Harian Mercusuar

View all posts