PALU, MERCUSUAR – Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Derry Djanggola mengatakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bisa dilakukan masyarakat dengan memulai rutinitas sederhana yang dapat mendukung kesehatan. Ia akan menginstruksikan kepada setiap pimpinan SKPD agar memulai hidup sehat dari lingkungan masing-masing.

Hal itu dikemukakan Derry mewakili Gubernur Sulteng dalam konferensi pers usai menghadiri sosialisasi Germas di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa (21/3). Hadir dalam konferensi pers Kakanwil Kesehatan Sulteng dr Anshayari Arsyad, M.Kes dan pejabat dari Kementerian Kesehatan.

Derry mengajak agar masyarakat dapat hidup sehat. “Perilaku sehat sebenarnya sudah ada di masyarakat, namun perlu dikuatkan dan diperluas dalam praktiknya di kalangan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

“Budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat, dengan kembali ke alam, misalnya banyak mengkonsumi sayuran, buah-buahan, dan lain-lain,” katanya.

Untuk menyukseskan Germas, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Makanya, ia juga mengajak agar dunia usaha, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat, harus memberikan dukungan, komitmen, dan peran-sertanya dalam bergotong royong meningkatkan kesadaran, kemauan, dan  kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

Menurut Derry, perlunya meningkatkan kesadaran dan kemauan hidup sehat mengingat belakangan ini meningkatnya penderita penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian.
Derry mengatakan, penyakit seperti serangan jantung, hipertensi dan obesitas tersebut menyerang semua lapisan masyarakat di kota maupun di desa.
Salah satu penyebabnya pola hidup yang tidak sehat seperti banyak menghabiskan waktu menonton televisi, bermain “game” dan terlalu lama duduk di depan komputer.
Selain itu pola makan yang berubah. Kecenderungan masyarakat untuk makan makanan olahan, siap saji, tinggi gula, garam dan lemak serta kurangnya makan yang berserat seperti buah dan sayur sehingga mengakibatkan gangguan pencernaan.
Derry mengajak semua kalangan masyarakat untuk menghindari pola hidup yang tidak sehat tersebut sehingga kualitas kesehatan masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah semakin baik.
Gerakan masyarakat hidup sehat kali ini mengambil fokus di empat kabupaten/kota, yakni Kota Palu, Donggala, Tojo Unauna dan Banggai.
Seluruh perwakilan dari empat daerah tersebut hadir dan ikut menandatangani komitmen bersama gerakan masyarakat hidup sehat.
Untuk mendukung gerakan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola telah mengeluarkan instruksi ke seluruh kabupaten/kota.
Seluruh organisasi perangkat daerah terkait juga diminta memetakan langsung kegiatan yang mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.
Gubernur juga telah meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah agar 2018 mengalokasikan anggaran untuk kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat tersebut.

Sementara dr Anshayari Arsyad menjelaskan, untuk mewujudkan “Gerakan masyarakat hidup sehat” perlu sebuah kampanye dan sosialisasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kampanye dan sosialisasi ini dibutuhkan dukungan peran dari semua pihak.

Kegiatan utama yang akan dilakukan menurutnya, antara lain peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi. Selain itu, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat.

Secara lebih fokus dan terarah, akan dibuat beberapa fokus kegiatan dari Germas ini. Misalnya, melakukan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara berkala. Juga, untuk tidak merokok dan mengonsumsi alkohol.

Keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat ini sangat tergantung pada partisipasi aktif semua stakeholder dan masyarakat. Masyarakat perlu digerakkan untuk memiliki kemampuan untuk melaksanakan semua fokus kegiatan tersebut dan dapat melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Beberapa kebijakan yang akan mulai dilakukan di lingkungan Dinas Kesehatan, misalnya dengan mengganti kudapan dengan sayur/buah, melakukan gerakan peregangan selama lebih kurang 10 menit dua kali seminggu. Kemudian, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para pegawai, menjadikan lingkungan Dinas Kesehatan Sulteng sebagai daerah kawasan tanpa rokok.

Beberapa kegiatan ini tentu harus ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan lain serta dilakukan kegiatan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Namun beberapa upaya di atas dapat dijadikan sebagai titik awal kegiatan Germas di Sulteng.MAN

Harian Mercusuar

View all posts