Momen Menuntut Politik yang Berdaulat

BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Partai Rakyat Indonesia (PRD) Sulteng melakukan aksi solidaritas mendukung hari lahirnya Pancasila yang jatuh 1 Juni 2017. Dalam orasi mereka, menyatakan bahwa saat ini kondisi Pancasila sedang sakit, sakit bukan hanya karena isu suku dan agama yang mengemuka saat ini, tetapi isu kedaulatan yang mulai semakin menurun.

“Hari ini banyak masalah isu kesukuan dan agama mencuat, tetapi menurut kami masalah kita saat ini bukan hanya agama, namun masalah Sumber Daya Alam (SDA) dan politik yang berdaulat. Sehingga di hari ini kami mengajak masyarakat jangan kalah tetapi harus bersatu,”kata Wakil Ketua PRD Sulteng, Samsul Bahri, Kamis (1/6/2017).

Dijelaskannya, Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap negara lain dalam sektor perekonomian serta penguasaan sebagian sumber daya alam. Sehingga, di momen Hari Lahir Pancasila tersebut pihaknya mengajak untuk bersatu melawan liberalisme. Hal itu membutuhkan perubahan pola pikir pemerintah dan masyarakat agar Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

“Kami berharap dengan aksi kami ini bisa terbangun persatuan nasional di tengah situasi liberalisme saat ini. Di Sulteng pengusaan SDA masih timpang sehigga kami ingin terbangun persatuan nasional yang anti imperialisme,”tutup Samsul. INT/JEF