SIGI, MERCUSUAR – Menara bersejarah yang terletak di Desa Namo, Kecamatan Kulawi saat ini kondisinya tak terawat. Tampak di sekitar monumen tersebut sudah dipenuhi rumput liar.

Jamal (31) warga setempat ditemui Mercusuar di lokasi menunjukkan bahwa menara tersebut seharusnya memperoleh perhatian dari pemerintah, baik kabupaten, kecamatan bahkan pemerintah desa.

“Nyatanya kondisi menara ini memprihatinkan, padahal menara ini mempunyai sejarah yang patut diingat masyarakat. Tapi kesan yang saya lihat selama ini, pemerintah hanya lewat-lewat begitu saja tapi tidak ada upaya untuk perawatan,” jelas Jamal, Sabtu (10/2/2018).

Ia berharap pemerintah memiliki program untuk pelestarian menara tersebut, meski saat ini belum ada penetapan bahwa menara itu merupakan salah satu situs bersejarah.

“Memang belum ada istilah situs bersejarahnya, tapi kalau hanya kesannya dicuek kan bagaimana. Saya sih prihatin kalau hanya didiamkan saja dan tidak dirawat,” ujarnya.

“Kalau mungkin pemerintah menggerakkan masyarakat untuk kerja bakti memberaihkan rumput liar di menara ini, saya rasa masyarakat mau bergerak,” tutupnya menambahkan. BAH

 

Harian Mercusuar

View all posts