BESUSU BARAT, MERCUSUAR – JPU menuntut terdakwa mantan mantan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kemitraan Kepemudaan dan Keolahragaan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Bonila Sombu (55) pidana penjara dua tahun enam bulan atau 30 bulan, serta denda Rp50 juta subsidair empat bulan kurungan, Kamis (21/7/2016).

Demikian terdakwa Direktur Utama PT Arderama Mandiri, Mazni (44), juga dituntut pidana penjara dua tahun enam bulan, serta denda Rp50 juta subsidair empat bulan kurungan.

Bahkan Mazni dituntut membayar uang pengganti Rp1.130.259.306,57, dan apabila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara satu tahun.

Keduanya merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan stadion atletik (Syntetic Track Atletic) tahun 2013 di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Imam Bonila Sombu adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sedangkan Mazni selaku rekanan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor: 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP, dalam surat dakwaan subsidair,” tandas JPU Moh Tang SH.

Sementara barang bukti (Babuk) poin satu hingga enam, dirampas untuk dirusak sehingga tidak dapat dipergunakan lagi. Babuk poin tujuh hingga 31, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Kemudian, babuk poin 32 dan 33, dikembalikan pada terdakwa Mazni. Adapun babuk poin 33 berupa uang tunai Rp180 juta, disetor ke kas Negara.

Dalam amar tuntutan JPU, ada hal-hal yang menjadi pertimbangan sebelum mengajukan tuntutan pidana terhadap terdakwa.

Pertimbangan memberatkan, yakni terdakwa telah merugikan keuangan negara dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tipikor. Sementara pertimbangan meringankan, diantaranya terdakwa sopan dipersidangan, serta memiliki tanggungan keluarga istri dan anak. Selain itu, terdakwa beritikad baik melanjutkan pekerjaan pembangunan Syntetic Track Stadion di Kota Palu.

Mendengar tuntutan JPU, kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi (pembelaan). Hanya saja, mereka meminta waktu satu minggu.

“Sidang ditunda satu minggu hingga Kamis 30 Juli 2016, untuk mendengarkan pledoi terdakwa,” tutup Ketua Majelis Hakim, Dede Halim SH MH. AGK

Frangky

View all posts

Latest videos