MERCUSUAR-  Tiga pemain  junior Sulteng yang berjuang lolos membela timnas Indonesia ke Gothia Cup Tiongkok membuat mantan pemain Celebest FC memberikan komentar.

Muhammad Hasse yang merupakan salah satu anggota tim Celebest FC  di  Indonesia Soccer Championship  B 2016  mengaku iri dengan banyaknya kesempatan anak-anak junior saat ini yang belakangan sering  ikut seleksi timnas.Berbanding terbalik dengan saat  dimana dirinya   berada di masa junior.

“Anak-anak saat ini menurut saya sangat beruntung karena punya kesempatan bisa membela tim nasional. Bandingkan dengan waktu kita seusia mereka, sangat sedikit bahkan tidak ada yang kita dengar ada panggilan untuk seleksi timnas,” ujar Hasse  yang turut mengantar salah satu pemain  ke bandara, Rabu (30/5/2017).

Hal itu, kata Hasse,  karena  adanya Celebest FC di Palu yang  menginisiasi lahirnya Asosiasi Sekolah Sepakbola Palu (ASSP).

“Saya kira itu semua terjadi karena adanya Celebest FC di Palu  yang dilatih coach Rudy Eka Priyambada. Karena kedekatan coach Rudy dengan  orang-orang di PSSI membuat kesempatan itu sangat terbuka. Contohnya saja lahirnya ASSP yang diinisiasi Celebest FC. Dengan adanya ASSP maka Kompetisi Liga TopSkor juga ada di Palu yang pada akhirnya menjadi media bagi anak-anak kita berkompetisi,” ucap Hasse yang sempat membela tim Pra PON Sulteng.

Hasse menilai Sepakbola Sulawesi Tengah dan Kota Palu pada khususnya mulai bergeliat dengan hadirnya kompetisi Liga 2 dan Liga TopSkor.

“Sepakbola Kita saat ini menurut saya mulai bangkit dari tidur panjang. Karena sekarang ada kompetisi PSSI Liga 2 dan kompetisi usia dini yang bernama Liga TopSkor U-13 dan U-15.

“Dampak dari itu telah banyak berdiri SSB baru bahkan juga turnamen kelompok usia juga sudah mulai marak. Tapi sayangnya ASPROV  masih menjadi penonton. Padahal sebagai induk Sepakbola di daerah harusnya ASPROV lah yang menjadi ujung tombak menciptakan dan melahirkan bibit-bibit baru,” terang Hasse mengakhiri. CLG

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan