BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu menjatuhkan vonis berbeda terhadap dua terdakwa dalam berkas terpisah, yakni mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Resmin Laze dan Christian Soetantjo selaku rekanan, Senin (12/3/2018). Resmin Laze divonis bebas, sedangkan Christian Soetantjo dinyatakan bersalah.

Hanya saja, anggota Majelis Hakim II Margono SH MH ‘dissenting opinion’ (berbeda pendapat) dengan Ketua Majelis Hakim I Made Sukanada SH MH dan anggota I Felix Da Lopes SH MH.

Resmin Laze dan Christian Soetantjo merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi normalisasi Sungai Mewe di Desa O’o, Pilimakujawa dan Desa Lempelero di Kecamatan Kulawi Selatan tahun 2013-2014.

Dalam amar putusan Resmin Laze dinyatakan bahwa perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur dalam dakwaan primair Pasal 2 Ayat (1) dan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor  yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. Sehingga hak-hak terdakwa harus dipulihkan dalam kemampuan, kedudukan dan martabatnya.

Diuraikan dalam amar tersebut, pertimbangan Majelis Hakim di antaranya penunjukan pelaksana pekerjaan pada kegiatan tanggap darurat telah sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Fakta dipersidangan, terdakwa tidak pernah menerima keuntungan atau uang pada kegiatan tersebut, karena diterima langsung oleh Christian Soetantjo.

Selain itu, kerugian negara berdasarkan LHP BPK sebesar Rp370.142.425 telah dikembalikan oleh Christian Soetantjo sesuai keterangan dan bukti ditunjukan saksi Kepala Inspektorat Sigi R Nolly Mua. “Perbuatan terdakwa terbukti, tapi bukan tindak pidana,” tegas Majelis Hakim.

Sementara Christian Soetantjo dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaiaman diatur dan diancam dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor  yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. Sehingga dijatuhi hukuman pidana penjara satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam amar Majelis Hakim menyebutkan hal-hal yang menjadi pertimbangan sebelum menjatuhkan pidana terhadap Christian Soetantjo.

Pertimbangan memberatkan, yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang giat-giatnya memberantas korupsi, serta merugikan keuangan negara. Pertimbangan meringankan, terdakwa sopan dipersidangan, belum pernah dihukum dan telah mengembalikan kerugian negara Rp370.142.425.

‘DISSENTING OPINION’  

Anggota Majelis Hakim II Margono yang ‘dissenting opinion’ terkait vonis bebas Resmin Laze menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan subsidair JPU Pasal 3 Jo Pasal 18 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor  yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. Sebab ia berkeyakinan perbuatan Reamin Laze telah memperkaya Christian Soetantjo.  “Menyatakan terdakwa Rezmin Laze dipidana penjara dua tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Margono.AGK

 

 

Harian Mercusuar

View all posts