PENGGELAPAN DI MAKASSAR RAYA MOTOR

BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu diketuai Hj Aisa H Mahmud SH menyatakan mantan karyawan PT Makassar Raya Motor Cabang Palu Intan Rifani alias Intan (26) bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, hingga menjatuhkan hukuman pidana penjara satu tahun tiga bulan atau 15 bulan, Rabu (3/1/2018).

“Terdakwa Intan Rifani alias Intan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana Pasal 374 KUHP,” tegas majelis hakim.

Sementara barang bukti, berupa satu lembar faktur/nota nomor: 201603-0925 tanggal 22, dua lembar kontrak magang nomor: 005/MTM-PAL/I-209 PT Makassar Raya Motor atas nama Intan Rifani, satu lembar kwitansi pembayaran PT Makassar Raya Motor DP mobil type Sigra MT 12 senilai Rp12 juta dan satu lembar kwitansi pembayaran PT Makassar Raya Motor DP mobil type Sigra MT 12 senilai Rp7 juta. Kemudian, satu lembar kwitansi indent mobil type Ayla MT 12 tanggal 28 Agustus 2017 yang diterima oleh saudari Intan Rifani serta satu lembar kwitansi tertanggal 27 Agustus 2017, dikembalikan pada PT Makassar Raya Motor.

Sebelum menjatuhkan putusan (vonis) terhadap terdakwa, ada hal-hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim.

Pertimbangan memberatkan bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan PT Makassar Raya Motor. Sementara pertimbangan meringankan, yakni terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, serta belum pernah dihukum.

Usai mendengar vonis majelis hakim tersebut, terdakwa Intan Rifani langsung menyatakan menerima. Demikian dengan sikap JPU. “Terima,” singkat Arviany.

Diketahui, berdasarkan dakwaan kasus tersebut berawal saat terdakwa bekerja sebagai karyawan PT Makassar Raya Motor Cabang Palu tahun 2017. Terdakwa sebagai marketing bertugas mencari nasabah dengan status karyawan kontrak digaji setiap bulan Rp1.100.000.

Terdakwa memperoleh empat orang nasabah, yakni Irma, Isna, Grawati dan Ariel L. Keempat orang itu menyerahkan uang DP pembelian mobil masing-masing Irma sebesar Rp59 juta, Isna Rp19 juta, Grawati Rp24 juta serta Ariel L sebesar Rp13 juta.

Total uang DP pembelian mobil Rp115 itu tidak disetor oleh terdakwa ke kasir PT Makassar Raya Motor, tapi dipergunakan uantuk kepentingan pribadi. Selebihnya dipergunakan untuk membayar utang terdakwa di Bank Syariah Mandiri.AGK

 

Harian Mercusuar

View all posts